Friday, December 5, 2025

Sebuah Pengalaman Menyedihkan Ketika Naik Kereta Panataran

Kalau kalian notice postinganku sebelumnya tentang kejadian konyol saat naik bus, itu berarti kalian sedang membaca cerita kekonyolan yang ke-dua. Bedanya, kali ini saat naik kereta! Eiittss gak perlu mendelik gitu matanya.

Kisah ini berawal dari niat aku untuk meminimalisir capek karena naik bus. Maka keluarlah ide brillianku untuk naik kereta dari Stasiun Kertosono menuju Krian, tepatnya kereta Panataran. Ini adalah kali ke-4. Secara pengalaman pastinya sudah Pro to the Max dong???!!!

Singkat cerita, aku masuk melalui boarding pass. Biasanya, si petugas infoin keretaku di jalur 1. Tapi saat itu, petugasnya hanya diam saja. Mungkin lagi galau atau bisa jadi sakit gigi. Hiks, get well yaa, Kak! Dengan berbekal pengalaman yang sudah-sudah, tanpa babibu, aku langsung naik kereta di jalur satu tentunya. Agak bertanya-tanya ketika pukul 20.46, keretaku tak kunjung berangkat. Masak iya sengaret ini? Aku masih positive thingking karena ini merupakan kereta terakhir. Mungkin penggantian gerbongnya masih belum siap atau apalah. Hingga akhirnya pukul 20.53 kereta yang kunaiki melaju.

Badanku terasa lelah teramat sangat. Pulang kerja, gendong bayi. naik bus selama satu jam lebih dengan sopir bus yang tidak ramah dalam mengendarai, oper naik gojek sebelum akhirnya tiba di stasiun Kertosono. Tanpa sadar, aku tertidur dan terbangun di sebuah stasiun yang aneh namanya. Maklum, aku memang tidak seberapa paham nama-nama daerah. Keretaku berhenti cukup lama. Hening. Aku tengok jam tangan, sudah pukul 22.03. Mestinya sebentar lagi aku sampai Krian. Tapi seingatku, tidak pernah berhenti selama ini untuk menuju Krian.

Inisiatiflah aku bertanya ke penumpang sebelah. "Mas, barusan stasiun mana ya?" Tanyaku. "Stasiun xxxxxxxxxxx, Mbak." Sahut mas-mas itu hingga berhasil membuat jantungku berhenti berdetak sejenak. "Loh Mas, udah lewat stasiun Mojokerto kah?" tanyaku panik. Mas-mas itu pun mengernyitkan dahi, "Kok Mojokerto, Mbak? Ini kan kereta tujuan Blitar."

Sumpah! Aku gak bisa lagi gambarin dengan jelas paniknya aku. Belum pernah sekalipun aku ke daerah ini. Sudah terlalu larut untuk perempuan bawa bayi. Aku langsung tenteng tas, dan gendong anakku yang masih tertidur, kucari petugas kereta. kusampaikan keluh kesah. Jujur, harapanku mereka bisa kasih solusi aku tidur di kereta seenggaknya sampai subuh, karena jadwal kereta selanjutnya sekitar pukul 4, tapi ternyata mereka tidak punya solusi selain menyarankan cari penginapan yang di dekat stasiun berikutnya. 

Alamak pusing sepusing-pusingnya. Aku mau nangis. Masalahnya aku sama bayiiiikkkk dan sama sekali tidak tahu daerah apa ini, bagaimana menuju ke sana, dan sudah malam sekali. Lalu aku tanya, setelah ini stasiun apa saja? nama familiar yang mereka sebutkan adalah Tulungagung dan Blitar. Tetiba aku ingat punya rekan kerja yang rumahnya Tulungagung. Aku telpon dia, ceritakan ini itu, dan dia bilang dia bisa jemput aku di stasiun lalu dibawa ke rumahnya. Kepalaku berasa disiram es. Hatiku lega, dan memutuskan turun di Tulungagung.

Setelah turun di stasiun Tulungagung, aku berniat ngabarin temenku kalau aku sudah menunggu dia datang, tapi ternyata dia minta aku ngegrab saja sampai ke rumahnya, barulah keesokan harinya akan diantar ke stasiun kembali. Syedih! Ngelag! Badanku berasa capeeekkkk sekali. Akhirnya aku inisiatif (banyak sekali inisiatifnya hahahah) untuk bertanya ke petugas stasiun Tulungagung, apa aku boleh nunggu di sini sampai kereta selanjutnya? They said boleh, nunggunya di ruang tunggu, kursi duduk. Huhuhuhu!

"Apa ada ruang laktasi, Mas? Barangkali boleh sy tidur di ruang laktasi, karena sy menyusui si bayi juga." Pintaku memelas. 

Dengan melalui diskusi tim, akhirnya mereka mengizinkan aku tidur di ruang laktasi. MasyaAllah TabarakAllah rasanya aku pingin nangis saat itu juga saking terharunya.

Masalah tidak selesai disitu. Aku gak bisa tidur. Jantungku berdebar. Hatiku marah tapi tidak tahu mau dan harus marah ke siapa dengan kondisi ini. Lalu, Jam 2 pagi, anakku bangun. Puuuupppppppppppppppp!!! Ya Allah Yaa Raab... mana ga bawa pempers. Aku tolah toleh juga ga ada pempers. Dilepas nanti gimana kalau anakku pipis-pipis. Mau teriaaakkk tapi aku do'a aja dan meluk bayiku, bismillah ndak apa-apa ya Nak tunggu sampai langitnya terang. Alhamdulillah setelah pup kok dia langsung tidur lagi. Ada rasa khawatir dia tidur dengan pempers kotor. Tapi ada rasa percaya ke Allah, everything is going to be okay!!

***

Suara kereta datang membukakan mataku. Terdengar pula suara-suara manusia lalu lalang. Aku lihat jam, ternyata sudah subuh. Anakku masih tertidur. Kucoba keluar. Diantara sekian banyak petugas yeng bersimpati, ada satu petugas dengan mata beloloknya menyuruhku keluar dari area situ, karena ruang laktasi dibuat kerja dan keretaku masih lama katanya. FYI, aku dapat kereta pukul 6.30 kalau aku gak salah ingat. Melaassss banget rasanya. Bayiku masih tidur loh, aku sudah punya tiket juga, bisa-bisanya dia menyuruhku pergi dengan wajah yang mengiris hati. please! kasih aku tisu!

Saat kugendong, anakku langsung terbangun. Saat itu kondisi gerimis. Yasudah, Alhamdulillah dipersilahkan disitu, dan sudah subuh. Aku keluar area stasiun, cari pempers di bawah gerimis yang menari-nari. Ini kalau adegan film, cocok banget dikasih backsound Kabhi KUshi Kabhi Gem -_-" Alhamdulillah ada warung madura di dekat stasiun. Terimakasih yaa warung Madura, sungguh ide yang sangat bermanfaat buka warung selama 24 jam :) dengan segala dramanya, akhirnya keretaku tiba! 

Kereta ini balik lagi ke kertosono dan istirahat selama 30 menit. Saat istirahat itu aku datangin petugas di stasiun Kertosono , kuceritakan kisah sembari complain kenapa tiba-tiba kereta yang seharusnya di jalur 1 menuju Krian, diganti tujuan Blitar? Ternyata oh ternyata,,, saat itu kereta dari Malang telat. Sehingga kereta yang ada di jalur 4 yang mestinya tujuan Blitar, dijalankan dulu dan diganti arah menuju Krian. Dengan kesimpulan, kereta panataran biasanya di jalur 1, malam itu ditukar dengan kereta di jalur 4. FYI, kereta di jalur 1 dan 4 adalah jenis kereta yang sama yaitu Panataran, hanya saja beda nomor. Si petugas menyarankan, setiap kali naik kereta dari kertosono HARUS TANYAKAN keretanya di jalur mana. SETIAP KALI!!!! 

Kalau kalian tanya kenapa ga dengerin CORONG INFO, heyyyy kondisi di stasiun Kertosono itu rame sekaliii. Adapun suara keluar dari corong itu, terdengar tidak jelas. Apalagi aku harus gendong gendong bayi, oper-oper tentu saja fokusku berkurang, daaann bagiku agak lucu kalau setiap naik harus nanya jalur padahal jadwal dan jenis kereta yang aku naikin selalu sama. hem tapi yasudahlah.. ini pengalaman berharga buatku dan tidak ingin kuulangi seumur hidupku. -_-

Tuesday, October 7, 2025

Tragedi Konyol Saat Naik Bus Sumber Dini Hari

Hai hai... Mungkin kalau aku tidak mengalami kejadian konyol, aku gak buka blog ini. Hmmm

Jadi, ceritanya aku baru mau coba naik bus dini hari buat balik ke Caruban. Diantarlah sama suami sampe terminal Mojokerto. Suamiku turun duluan ambil si baby. Aku nya beres-beres barang bawaan di mobil. Belum selesai beberes, tetiba bus Sumber datang. Aku yang masih syok jawab iya-iya aja pas suami gupuh-gupuh nanya ,"mau naik bis Sumber ndak?". 

Kalian tahu kan se-nggak woles gimana sopir bus antar kota? Bahkan buat pasang sepatu, aku harus sambil lari-lari. Gak pake lama, aku ambil si bayi dari Papanya dan langsung naik. Setelah dapat tempat duduk, aku mau ambil HP di tas buat chat hati-hati ke suami. Saat itu pula aku sadar bahwa HPku masih di mobil hiks. Ngelag sebentar, aku bingung harus apa. Hingga akhirnya aku putuskan untuk turun meski tidak tahu harus bagaimana lagi karna itu pukul 3.30 dini hari!

Kuinjak tanah dan kulihat sekeliling, busyeeettt gelap gulita! Hanya ada satu cahaya dari dalam warung tutup yang membuka jendelanya. Tanpa berpikir panjang, aku ijin pinjam HPnya buat menghubungi suami karna memang benar-benar gelap dan tidak tahu sampai daerah mana saking ngebutnya. FYI, baru naik bis tapi bisnya ngebuuuutttt syekaliii.

Agak kesel dan worry kok gak diangkat-angkat. Apalagi si bayi lagi rewel. Ternyata suami lagi nyetir dan mencoba mengejar bisnya. Setelah ketemu, suami nemani kita buat nunggu bis lagi. lamaaaa... nggak ada yg lewat. sekalinya ada, bis pariwisata. Lebih dari setengah jam nunggu, akhirnya datang bis umum. Happy! kulambai-lambai tangan, TAPI tidak berhenti. Syok!! Memang tempat kami nunggu itu tidak umum dan terlalu gelap. Finally, aku ngajak suami untuk kembali ke terminal saja.

Sampai di terminal masih banyak orang yang sama-sama nunggu bis berikutnya. Alhamdulillah pukul 04.30an bisnya datang. Mungkin HP ketinggalan tadi biar salim sama suami. Karena saking buru-burunya sampai ga sempet cium tangan suami. -_-" Dan Alhamdulillah kali ini nothing left kecuali rasa ngantuk. Yup! Hampir sepanjang jalan aku tidur. Tau-tau udah mau sampe baru bisa pegang HP dan ngabarin suami. Sampai terminal Caruban pukul 06.14 dan yeay masih sempet beli soto, mandiin bayi, sarapan. Tapi jujurly lupa sholat huhuhuhu.

Begitulah kurang lebihnya cerita konyol ini. Sangat berharga tapi tidak ingin terulang lagi. 

Friday, March 24, 2023

RIP MAMA PAPA

Aku tidak pernah menyangka akan kehilangan orangtua dalam jangka waktu yang cukup dekat. Tidak genap 4 tahun lamanya. Satu persatu pergi meninggalkan luka yang begitu dalam. Tak ada satupun yang akan benar-benar tahu sedalam apa, tapi aku selalu berusaha untuk terlihat baik-baik saja.

Menjelang kepergian Mama Papa, aku sendiripun tidak dalam kondisi yang baik. Aku tidak punya banyak pilihan untuk berbuat yang terbaik. Melainkan sebatas terbaik kemampuanku saja di saat itu. Huuft.. menulis begini saja hatiku rasanya kemeratak. Tapi... Inilah hidup dengan segala skenarionya. Apapun yang terjadi merupakan qadarullah. Terlalu naif jika aku harus merasa menjadi orang yang paling menderita.

Salah satu penyesalanku adalah aku tidak banyak mengabadikan momen bersama kedua orang tua. Belum lagi banyak file-file foto mereka yang hilang bersama rusaknya laptop dan lain sebagainya. Belajar dari pengalaman itu, aku tidak ingin menyia-nyiakannya lagi. Secara tidak sengaja, aku menemukan beberapa foto mereka saat kami pergi berlibur ke pantai Goa Cina dan Watu Leter di Malang.

Aku bersyukur masih sempat membahagiakan mereka. Terlihat dari ekspresi dan bagaimana mereka terutama Mama bercerita ke teman-temannya betapa senangnya mereka berada di sana, melihat ombak yang besar di depan mata dengan hamparan biru langit dan laut yang menyatu. Alfatihah untuk Mama Papa. 






Singkat cerita, kami mampir ke Alun-alun kota Batu. Ya.. lagi-lagi ini pengalaman pertama kali kedua orangtuaku kesana. Maafkan aku jika aku belum sempurna dalam menorehkan senyum di hati Mama Papa semasa hidup.





Meski cuma segelintir dokumentasi, aku sangat bersyukur bisa menemukannya. Mumpung masih bisa diselamatkan. Karena kalau sekedar disimpan di HP atau laptop bakal rawan hilang ataupun rusak seperti di bawah ini.


Pada akhirnya, segala yang kita miliki di dunia ini akan pergi. Maka syukurilah, sayangilah, kasihilah selagi mereka masih ada di sisimu. Semoga Mama Papa tenang di alam sana. Ampunilah dosa-dosa Mama Papa yaa Allah.. Karuniakan mereka tempat yang sejuk, yang damai, yang indah. Aamiin Yaa Rabbal Aalaamin.


Wednesday, December 28, 2022

Kuliner Malam di Mojokerto - PECEL SAMUDRA

Sudah 4 tahun di Mojokerto tapi baru kali ini nyobain pecel Samudera. Disebut pecel Samudera karna lokasinya ada di depan Apotek Samudera Jl. Majapahit Kota Mojokerto. Kuliner malam ini selalu rame. Ada berbagai macam pilihan lauk yang siap memanjakan lidah para penggemar kuliner. 

Menu perdana kami adalah pecel dengan tambahan lauk babat, sate usus, dan sate komo. FYI, di sini juga jual rawon. First impression terima makanannya, "Gila! Barbar sekali porsinya!" Jadi, pastikan perut kalian kosong sebelum ke sini ya! 

Untuk rasa overall oke. Bumbunya juga ga pelit. Cuma aku rada kurang suka sama babatnya karna masih kecium bau sapi nya hihi. But not bad kok. Next time, aku mau cobain lauk lainnya.

Tiba giliran bayarnya agak bikin deg-degan karena beberapa kali berpengalaman dikasih harga yang meroket. Tapi kali ini menurut aku standart. Untuk dua menu yang kami pilih plus segelas teh hangat cukup kami bayar dengan 48.000 rupiah. Genap 50.000 rupiah dengan parkir motornya. 

Gimana? Tertarik untuk nyobain? 

Thursday, November 10, 2022

NGABISIN WEEKEND SERU DI RUMAH

𝙷𝚊𝚒 𝚑𝚊𝚒... 𝚆𝚎𝚎𝚔𝚎𝚗𝚍 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚝𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞-𝚝𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞. 𝙸𝚝'𝚜 𝚊 𝚏𝚊𝚖𝚒𝚕𝚢 𝚝𝚒𝚖𝚎𝚎𝚎𝚎 𝚢𝚎𝚊𝚊𝚢𝚢𝚢𝚢. 

𝚃𝚊𝚙𝚒, 𝚠𝚎𝚎𝚔𝚎𝚗𝚍 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚋𝚒𝚔𝚒𝚗 𝚍𝚘𝚖𝚙𝚎𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚕𝚒𝚛 𝚍𝚎𝚛𝚊𝚜 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚊𝚕𝚒-𝚔𝚊𝚕𝚒 𝚕𝚒𝚙𝚊𝚝 𝚑𝚘𝚑𝚘𝚑𝚘. 

𝙰𝚔𝚑𝚒𝚛-𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛 𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚞𝚑 𝚜𝚒 𝙰𝚛𝚞𝚗 𝚛𝚎𝚚𝚞𝚎𝚜𝚝𝚜 𝚗𝚐𝚎𝚐𝚛𝚒𝚕𝚕 𝚍𝚒 𝚊𝚕𝚕 𝚢𝚘𝚞 𝚌𝚊𝚗 𝚎𝚊𝚝. 𝙺𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚔𝚎𝚜𝚊𝚗𝚊, 𝚖𝚒𝚗𝚒𝚖 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚗𝚢𝚒𝚊𝚙𝚒𝚗 300𝚛𝚒𝚋𝚞 𝚋𝚞𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚒𝚐𝚊. 𝚃𝚎𝚝𝚒𝚋𝚊 𝚖𝚞𝚗𝚌𝚞𝚕𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚎𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞𝚊𝚗 𝙼𝚊𝚝𝚎𝚖𝚊𝚝𝚒𝚔𝚊 𝚎𝚖𝚊𝚔-𝚎𝚖𝚊𝚔 𝚍𝚒 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚕𝚊𝚔𝚞. 𝚈𝚎𝚜! 𝙺𝚒𝚝𝚊 𝚗𝚐𝚎𝚐𝚛𝚒𝚕𝚕 𝚍𝚒 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑! 

𝙹𝚞𝚖'𝚊𝚝 𝚙𝚊𝚐𝚒 𝚊𝚔𝚞 𝚑𝚞𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚔𝚎 𝚙𝚊𝚜𝚊𝚛. 𝙳𝚊𝚙𝚊𝚝𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚜, 𝚋𝚊𝚠𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚘𝚖𝚋𝚊𝚢, 𝚌𝚑𝚒𝚌𝚔𝚎𝚗 𝚠𝚒𝚗𝚐𝚜, 𝚜𝚊𝚘𝚛𝚒 𝚕𝚊𝚍𝚊 𝚑𝚒𝚝𝚊𝚖, 𝚔𝚎𝚌𝚊𝚙, 𝚖𝚎𝚗𝚝𝚎𝚐𝚊, 𝚕𝚊𝚍𝚊. 𝙿𝚊𝚙𝚊 𝙰𝚛𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚐𝚒𝚗𝚐 𝙰𝚖𝚎𝚛𝚒𝚌𝚊𝚗𝚘 *𝚔𝚎𝚔 𝚔𝚘𝚙𝚒 𝚊𝚓𝚊*. 𝙴𝚎𝚑𝚑 𝚜𝚒𝚊𝚗𝚐-𝚜𝚒𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚒 𝚋𝚊𝚙𝚊𝚔 𝚆𝙰 𝚖𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚖𝚒𝚗𝚞𝚖𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚙𝚎𝚌𝚒𝚊𝚕. 𝙷𝚒𝚕𝚒𝚒𝚒𝚑𝚑𝚑 𝚌𝚞𝚜𝚜 𝚋𝚎𝚕𝚒 𝚜𝚙𝚛𝚒𝚝𝚎 𝚊𝚓𝚊 𝚍𝚊𝚑 𝚠𝚔𝚠𝚔𝚠𝚔. 

𝙼𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚙𝚞𝚗 𝚝𝚒𝚋𝚊. 𝙰𝚕𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚋𝚘𝚢𝚘𝚗𝚐 𝚔𝚎 𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑. 
𝙽𝚐𝚎𝚐𝚛𝚒𝚕𝚕 𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒𝚝𝚎𝚖𝚊𝚗𝚒 𝚞𝚍𝚊𝚛𝚊 𝚍𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚗𝚍𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚛𝚕𝚊𝚙 𝚔𝚎𝚛𝚕𝚒𝚙 𝚕𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚐𝚞𝚗𝚞𝚗𝚐. 𝚂𝚎𝚛𝚞 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚎𝚝!! 𝙱𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚟𝚒𝚋𝚎𝚜 𝚗𝚢𝚊 𝚏𝚊𝚖𝚒𝚕𝚢 𝚝𝚒𝚖𝚎. ❤

𝚂𝚒 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚙𝚙𝚢𝚢𝚢𝚢 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚎𝚝𝚝𝚝. 𝚂𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚊𝚔-𝚖𝚊𝚜𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊. 𝙻𝚊𝚑𝚊𝚙 𝚙𝚞𝚕𝚊 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊. 
𝙴𝚖𝚊𝚔 𝙱𝚊𝚙𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚐𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚕𝚒𝚊𝚝 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚙𝚙𝚢, 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚎𝚗𝚊𝚔, 𝚍𝚊𝚗 𝚑𝚎𝚖𝚊𝚝 200𝚛𝚒𝚋𝚞 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚑𝚊𝚑𝚊𝚑𝚊.
𝚂𝚎𝚎 𝚢𝚘𝚞 𝚗𝚎𝚡𝚝 𝚠𝚎𝚎𝚔𝚎𝚗𝚍 😊 𝙲𝚊𝚗'𝚝 𝚠𝚊𝚒𝚝 𝚏𝚘𝚛 𝚊𝚗𝚘𝚝𝚑𝚎𝚛 𝚏𝚞𝚗 𝚜𝚝𝚘𝚛𝚢 𝚘𝚏 𝚞𝚜. 




Sunday, October 9, 2022

WELCOME 30

Huwaaaa... Akhirnya sampai juga di usia kepala 3. Sepertinya aku harus benar benar berdamai dengan keadaan bahwa aku pasti akan menua hahahaha. 

Menginjak usia 30 ini, Alhamdulillah aku masih dikelilingi dua laki-laki hangat yaitu suami dan anakku. MashaAllah. 

Ada sedikit cerita menggemaskan. Tanggal 3, pertama kali suami dan anak mengucapkan selamat ulang tahun. Tanggal 5, birthday saladnya dikasihkan. Tanggal 7, kadonya baru diberikan. Belum lagi setiap hari mereka ngucapin selamat ulang tahun. Kayaknya aku doang yang ulang tahunnya selama 5 hari xixi. 

Well, Let's talk about the gifts. Jadi, di dalam handbag itu ada beberapa gift yang udah mereka persiapkan. Dan cukup membuatku tertawa ngakak sekaligus kegirangan. Anakku ngasih koin 100 rupiah, susu coklat, dan klep LPG wakakak. Suamiku kasih aku perlengkapan dinas. *cihuuuyyy
Dan yang paling amazed me, dia hadiahin aku anting emas cantik bangetttt. Huhu terharu. 

Malam tanggal 7, saat lagi meet-up sama adikku di Wachito Cafe, ternyata dia kasih kado juga. Nih anak ya.. Ketika diharapkan, gak ada inisiatif kasih kado. Justru saat gak diharapkan malah kasih kado wkwkwk. U guess what? Setrika uap men!! Aku happy happy happy banget! Karena nyetrika bagiku adalah tugas domestik yang amat sangat menyebalkan. 

Isi suratnya bikin terharu sekaligus ngebuat aku mikir, "Apa hidupku semenyedihkan paragraf 2?" Wkwkwk

Last but not least, Happy Birthday, Aku!! Semoga selalu sehat, kuat, selamat. Semoga ada kabar gembira yang sangat amat menggembirakan, rezeki luar biasa yang tak diduga sebelumnya di tahun ini. Aamiin. 😇

Friday, February 22, 2019

Anak DIARE bikin Orang Tua SETRESS!! Cara menanganinya bagaimana?

Huwaaaahhhh maafkan saya telah membiarkan blog ini penuh dengan sarang laba-laba. Maklum lah.. kesibukan seorang ibu rumah tangga (alesan). 
Aniway, kali ini aku mau share ke kalian tentang minggu yang beratttt banget buat seorang ibu, Si kecil sakit. Yup! Let you know that my baby terserang DIARE!!!

Diare ini terdengar familiar banget ya. My baby juga beberapa kali kena diare. Tapi enggak separah diare yang terakhir ini. He is almost 3 years old betewe.

Jadi, awal mulanya si doi kena diare ini, ketika bangun tidur siang, tangannya gemetaran dan badannya panas banget!! What happen to him? sebelum tidur masih ceria, sempet makan banyaaakkk banget nasi putih dan ayam goreng. Sarapan juga lancar2 aja no drama. pagi sempet pup juga pup nya masih baik, meski dia mengeluh sakit perut. Tiba-tiba sebangun tidur kok jadi begitu? Lalu dia minta pup, dan ternyata pupnya encer banget!! mostly berupa air dan lendir, baunya busuk banget!! dari situ kepanikan dan kepenatann dimulai.

Baby pun dikit-dikit nangis, ngeluh sakit perut, dan pup melulu. ada kali sehari 7 kali kurang lebih. Dia mulai enggak bisa terima makanan apapun. Minumpun sering dimuntahin kembali. Dan ini yang bikin bener-bener setress. Gimana mau cepet sembuh kalau nggak ada yang masuk, bahkan obatpun susah sekali masuknya. Diare kali ini bener-bener beda dengan yang sebelump-sebelumnya dimana cukup mudah kita sembuhkan dan si baby masih bisa ceria.

Awalnya kita usahain kasih probiotik beli di Apotek gitu, Lacto-B dan Proris untuk demamnya. Kenapa kita nggak kasih oralit? karena si baby sangat enggak mau, bener-bener nolak! mau dipaksain, dicekokin pun tetep aja dimuntahin, padahal ini penting banget saat diare. Hari ke-2, demamnya sudah sembuh tapi diare masih berlanjut hingga hari ke-5, aku sudah nggak kuat dan nggak bisa lagi tahan melihat keadaan anak yang sudah sangat kurus, lemas, lemah dsb. Bayangin aja, untuk duduk aja, sebentar dia sudah bilang capek. T.T sangat menyedihkan ngelihatnya. Akhirnya kita bawa dia ke Rumah sakit.

Si Dokter pun langsung bilang kalau si baby dehidrasi dan harus diopname. Sayangnya, semua kamar anak penuh, kecuali VVIP. Astaghfirullah.. emak bapaknya lagi ga punya duit sebanyak itu. :( ingat2 biaya bapak mertua 3 minggu habis 60 juta, belum biaya lain-lain buat nungguin, dsb. Kita coba minta dihubungkan ke Rumah sakit lain, ternyata semua kamar anak memang penuh di 3 Rumah sakit. hanya tersisa VVIP T.T. Akhirnya si suami tanya ke doker, apa ada kemungkinan sembuh kalau di rawat di Rumah. Alhamdulillahnya si Dokter bilang, ada! Asalkan Ibunya bener-bener telaten. Setiap kali ada yang keluar entah muntah atau pup, harus ada cairan yang masuk. Bismillahirahmaanirrahiim kita coba sehari dulu. Nah si dokter ngeresepin 4 macam obat gitu. Obat diare puyer, syrup demam (diminumkan kalau masih demam saja) , probiotik INTERLAC, antibiotik METROLET (harus sampai habis). 

Sebelum ke dokter, kita saking takutnya, jadi pilih-pilih banget kasih makan dan minum yang akhirnya malah berujung doi ga mau apa-apa karena yg dibolehin dia nggak suka dan nggak bisa menerima. Kita pernah coba kasih susu free laktosa, dia nggak doyan karena rasanya hambar kayak ASI. Tapi, dikasih gula pun nggak mau. Coba susu SGM soya juga nggak mau. Kasih Teh nggak berani karena baca-baca artikel gak boleh karena teh bisa bikin kembung dan bisa memperparah diarenya. Air putih doang yang bisa masuk itupun sedikit, mana nutrisinya pasti nggak cukup buat gantiin elektrolit yang kebuang. But AFTER that, kita kasih aja apa yang dia bisa terima, kecuali susu formulanya, karena tiap kali minum susu perutnya bereaksi.

Jadi kita kasih dia susu kedelai murni ataupun teh yang dingin, terutama setelah pup dan muntah. Kita juga sediain sebotol air putih di sampingnya, dan sedikit-sedikit meminumkannya hampir 10 menit sekali. Kita kasih dia makanan yang dia mau dan satu-satunya makanan yang bisa dia makan adalah indomie goreng yang notabene kita awalnya nggak berani kasih yang beginian saat dia sakit. Dia juga bisa nerima Chitato. Selain itu nggak bisa makan. Daripada nggak ada yang masuk sama sekali mending tetep kasih dan diiringi obat dari dokter tersebut. Lumayan lah ada nutrisi yang masuk. Oh ya, kita tiap kali ksih obat, kita campurin ke teh ataupun susu kedelainya. Alhasil bisa masuk meskipun kadang masuknya nggak total. Syukur Alhamdulillah, si baby sembuh 3 hari berikutnya.

Lambat laun dia mulai bisa makan lainnya. Sedikit demi sedikit nafsu makannya naik. Alhamdulillah...Kini dia sudah bisa ceria dan aktif kembali. =)

Segitu saja share kali ini, semoga yang sakit segera diberi kesembuhan. Terimakasih sudah mampir, salam sehat!

Saturday, June 30, 2018

REVIEW VILLA PANDERMAN INDAH BATU-MALANG

Hayo...Pasti lagi hunting penginapan murah di Kota adem slemm berr Batu, Malang, kan?

Kota Batu memang pantas dijadikan tujuan wisata. Tempatnya yang berada di dataran tinggi, sukses banget membuat orang kota (ceilah gaya) senyum-senyum saking senengnya dengan udara dingin dan pemandangannya yang hijau asri. Apalagi, kini kota Batu telah menyuguhi "tamu"nya berbagai tempat wisata yang unik dan menarik, diantaranya, Alun-Alun Batu yang romantis abis, JATIM PARK 1 sampai 3 dan mungkin akan ada yang ke-4, ke-5 (asal nggak yang ke-100 aja), Batu Night Spectacular (BNS), dan masih banyak lagi silahkan browsing sendiri, gue pegel ngetiknya. hahaha

Nah, karena alasan itulah, "rugi" banget kalau kita nggak nginep di Batu. Sehari, dua hari cukuplah.. Kalau sampai berminggu-minggu apalagi berbulan-bulan itu pindah rumah namanya. -_-
di Batu buanyak banget penginapan dari yang namanya homestay, villa, inn, ataupun hotel. Dari harga yang muraaahhh banget buat para backpacker, lumayan murah, mahal, dan sangat mahal semua ada tinggal tanya dompet aja dia mampunya berapa. 

Bagi para pelancong yang gak kaya-kaya amat kayak gue, pastinya gue cari penginapan yang murah tapi gak buruk-buruk amat gitu. Dapetlah gue di Villa Panderman Indah. Kesan pertama sih villa nya emang terlihat ramah kantong ya, alias sederhana. gue dapet harga 300.000,- (weekdays-weekends sama aja >,<) itu gue tawar lagi (maklum, ibuk-ibuk gemes :D) dan dapatlah gue harga 275.000,- kok bisa? Iya... karena gue nawarnya bawa golok. :V

Sebenarnya villa ini bukan tujuan utama. Berhubung yang murah pada penuh, jadilah ambil ini villa. Itupun sisa 1 kamar doang, di Kamar-21, lantai 3 (paling atas), paling pojok. Yassalam... Lokasinya sendiri antara nyenengin dan nyeremin, Gaes. Senengnya, ada di atas gitcuuhh. Kebayangkan dinginnya bikin seru. Seru pelukin suamik. Seremnya, jelas karena kamar gue di pojokan. Lantai atas cuma 2 kamar brooohhhh, nengok kanan itu kebon-kebon yang gak ada lampunya itu loh, iya.. wes bener bayanganmu, ya ngunu kuwi. Lantai atas gak terawat T.T. Ada sih balkon buat lihatin kerlap kerlip di tengah-tengah laut... lampu perahu nelayan... Duh! Malah nyanyi. Tapi serius kalau keluar sendiri, apiknya bintang dan kerlap kerlip lampu kota, masih kalah serem sama kebonnya. Gue istighfar terus dalam hati, gaes, sumpah.


Nah, enaknya, ini villa dapet sarapan loohhh teman-teman. Meskipun cuma nasi goreng sak uprit tapi bisa banget buat ganjel perut buat renang di kolam renang yang udah disediakan. Kolam renangnya bersiiiiihhh. Uademmmm pollll. Jangan coba-coba loe renang di malam hari kecuali loe mau bunuh diri, itu terserah elo hahaha.


Kamar mandi dalam, lengkap dengan air panas juga. Jangan khawatir..disediakan WC juga kok. Jadi gak perlu ngengek di kolam renang ya xixixi. Oh iya, gue dapet kamar yang 2 beds. Tadinya gue pikir kecil. TERNYATA cukup gede kok. kira-kira ukuran lebar 140cm.

Ada selimut, meskipun selimutnya tembus dinginnya :D. Ada TVnya juga meski yang terang cuma ANTV. Dan kalian tahu kan serial TV ANTV sejak ada Roy Kiyoshi si anak ingusan indigo, semua program bertema HORROR. Udah gue ketakutan, ditambah TV beginian, lengkap! Disediakan air panas juga buat kalian yang mau bikin anget-anget seperti Noodle Cup dan coffee or tea. Cuma gak per kamar ya.. alias di tempat umum hihihi. Tetap harus bersyukur bro.

Oh iya, kalau lapar mendadak, don't worry be happy! Ada babang-babang penjual makanan dari bakso, sate kelinci, gorengan, susu hingga oleh-oleh khas Batu yang bergantian nongol disitu. Kalau pas lapernya pas gak ada penjual, tinggal keluar jalan kaki sebentar ke arah atas, ada warung sederhana banget jual nasi, mie, snacks, minuman yang harganya ruamah sekali di kantong dengan porsi yang hemboookkk banyaknya. Gue aja beli nasi ikan bandeng beserta sayurnya, snack kacang, kerupuk rambak, dan macaroni pedes cuma 15.000. Nasinya sendiri cuma 8.000,- YEEAAYY

Positif udah, sekarang negatifnya ya... gue mah adil orangnya. (Aamiin berjamaah). Nih Villa kurang banget terjaga kebersihannya. Apalagi balkon atas. Udah kayak gudang aja. Banyak papan gak berguna yang ditumpuk dan diletakin gitu aja. Pantes gak ada yang mau duduk-duduk di balkon atas yang luas itu kecuali para penghuni surga kamar atas.


Sarapannya di hotel seberang yang kayaknya memang satu management. Terus letaknya di atas sendiri, bagus viewnya, cuma kita jadi kayak pengungsi gitu deh. kurang enak ngelewatin kamar-kamar tetangga hotel yang pada dibuka lebar-lebar pagi hari. Belum lagi ngelewatin jemuran mereka yang pada gantung pakaian dalem. gue kan jadi kepingin make. Eeehh.


Dan yang gak kalah sebelnya, disediakan ayunan yang kece banget tapi gak ditulisi kriteria penumpang. Dan dengan PeDenya gue minta fotoin duduk diayunan pada kenyataannya gue jomplang beserta ayunannya. Sumpah, ngece banget nih ayunan. Gak perlu nyindir segitunya juga kaliiiii.



Well itulah review dari Villa Panderman Indah di kota Batu dari saya. Sorry gak banyak foto karena gue lebih milih nikmatin liburan waktu itu jadi gak seberapa keingat buat foto-foto. Apa gue bakal balik lagi kesana? maybe yes maybe no. yes pun gak papa, kalau no alhamdulillah dikasih kesempatan buat review penginapan lainnya. Akhirussalam, semoga bermanfaat buat teman-teman. 



Sunday, December 31, 2017

PENGALAMAN MENGHILANGKAN BATUK YANG MEMBANDEL


Seminggu sudah Allah ingatkan kembali pada rasa sakit dan akibat dari durhaka pada suami. Loh? Apa hubungannya sakit dan durhaka? Berikut Jawaban beserta kronologi.

Saat itu hari jum'at di bulan Desember, hari dimana mestinya aku harus menyelesaikan pesanan Boneka dari salah satu customer. Tapi sedari pagi suami nunda2 waktu pembeliaan sedangkan dia tidak mengizinkan aku pergi sendiri. Hingga mennjelang Magrib kita baru bisa berangkat. Naasnya, Bahan boneka yang aku cari NGGAK ADA. Otomatis aku harus cari ke tempat lain yang lebih jauh. Sayangnya, cuaca tidak mendukung sama sekali. Angin begitu dingin dan awan gelap menyelimuti pertanda hujan.

Suami melarang dan menyarankan untuk pergi besok pagi saja. Bayangkan!! jika harus besok, jam berapa belinya, kapan ngerjakanya, dan kapan ngirimnya sedangkan customer mau besok juga harus sudah sampai bonekanya. Dongkol bukan main. Nggak mau nganterin yasudah. Aku bisa pergi sendiri. Tetep aja dilarang hingga kegaduhan terjadi dan berakhir dengan kalimat dia,"Kalau kamu nggak percaya, berangkatlah sekarang!" Cuss gak pake lama aku start tuh motor.

Di seperempat perjalanan, benar saja, hujan turun Gaes. Kalau mau terobos nekat namanya. Belum tentu buka kalau hujan gitu. Balik lah aku. Bukannya ke Rumah melainkan mencoba mencari di tempat yang berbeda arah. Sebut saja kota Krian. Disana memang tidak turun hujan. Tapi sampai muteri kota kecil itu hingga tiba di Rumah, I got NOTHING. KESEL!!

I saw He had been asleep. Awalnya I felt fine till aku baringkan tubuh, tetiba kepala pusing, badan meriang. I thought, Fix! aku masuk angin.

Next night, bukannya feeling better, ini kepala yang tadinya pusing masih bisa ditolerir jadi makin sakit menjadi-jadi, seluruh badan panas tinggi, tapi aku menggigil kedinginan, tenggorokan  sakit banget dan rasanya seluruh badanku juga sakit semua. SAKIT SEMUA!

Suami yang kemarin cuek2 aja karena kesel nggak didengerin jadi begitu perhatian. Dibuatkanlah minuman hangat, diberikan obat, pijitan, dibuatkan makanan biar mau makan karena aku nggak mau dibelikan, dan yang paling penting diberikan pelukan kehangatan. Can you imagine? No more than a half hour, All I felt turning better. Panas menurun, sakit kepala hilang, meriang juga hilang, sakit dibadan juga sangat berkurang. Dengan senyam senyum dia meledek," hmm...paling cuma pingin ditemani aja kan? bilang aja...gak usah sungkan.hahaha.." Disitu langsung minta maaf banget sama suami karena nggak mau dengerin sama sekali omongan dia. ternyata Allah gak butuh waktu lama buat nunjukin bahwa durhaka pada suami itu NGGAK BOLEH.

Hari ke-3, bagiku ini dimulainya hari yang juga lebih menyiksa. Aku lupa kapan terakhir kali batuk. Tapi batuk kali ini sangat tidak biasa. NGERI rasanya. Tenggorokan sakit, dada juga berat sekali untuk mengeluarkan batuk apalagi dahak. Rasanya begitu sesak. Apalgi ketika malam tiba. Ya Allah sampai nggak bisa tidur nyenyak. Tiap malam, batuk kian menjadi. sangat-sangat berat. Tubuh terasa begitu lemas.

Sempat terbesit ketakutan yang amat sangat, apakah batukku ini karena TB? Mengingat diobatipun sepertinya tidak mempan. Ya Allah please jangan.. trauma banget dengan kematian Mama yang diawali dengan sakit TB. Sekaligus jadi teringat Mama, betapa tersiksanya Mama kala itu batuk menggigil. tak seringan dilihat dan didengar.

Hingga pada hari ke 4 aku bulatkan semangat bahwa aku harus sembuh!! Aku mnecoba menguatkan tubuh yang lemas dengan berjalan, berpanas ria di bawah matahari, makan banyak sayuran, dan ini sepertinya yang paling penting yaitu HERBAKOF, DAN MINUMAN HANGAT CAMPURAN MADU KURMA TJ+JERUK NIPIS. 


Kenapa aku pilih Herbakof? Sebenarnya saat itu aku niat cari obat batuk berdahak. Tapi hati lebih memilih Herbakof karena kandungan herbalnya. Apalagi sudah niat banget untuk minum madu dan jeruk nipis. Menurut penelitian, campuran Madu dan jeruk nipis sangat ampuh untuk meredakan batuk. Jadi Fix lah kiat untuk melawan batuk yang menyebalkan ini dengan bahan-bahan herbal. Bismillahirrahmaanirraahiim.. Herbakof sendiri aku konsumsi setelah makan 3 kali sehari.

Madu yang aku pilih yaitu Madu Kurma TJ. Yang aku yakini, madu adalah hasil alam yang sangat baik. Begitu juga dengan Kurma yang khas dengan kenabian (Menurut saya). Alangkah lebih baik jika kombinasi hasil alam yang sangat bermanfaat ini aku jadikan pilihan untuk ikhtiar menyembuhkan batuk yang membandel.


2 sendok makan Madu kurma TJ ditambah perasan jeruk nipis secukupnya diseduh dengan air hangat. Rasanya sangat nikmat, teman-teman. Selain itu, hangat nya bisa sangat-sangat membantu meredakan sakit tenggorokan yang nggak kalah menyebalkannya dari batuk itu sendiri. Minuman herbal ini aku konsumsi 3 jam setelah . Aku hanya memberi kesempatan pada herbakof dan minuman ini agar bereaksi dengan maksiaml di tubuhku tercinta. Biar gak terlalu campur2 gitu maksudnya. Hehehe

Alhamdulillahirabbilaalaamiin.. Tepat di penghujung konsumsi terakhir Herbakof dan Madu TJ, batuk dan rasa sakit di tenggrokan sangat sangat berkurang banyak sekali. Alhamdulillah, hari-hariku mulai ceria kembali. Alhamdulillah ternyata batukku bukan menandakan penyakit serius lainnya seperti TB. Karena penyakit itu momok banget. Hiks. 

Jadi, Kesimpulannya adalah, Butuh satu botol Herbakof, satu botol kecil Madu Kurma TJ, satu buah jeruk nipis ukuran besar, Semangat sembuh, dan berdo'a, juga ridho suami. Karena jika dilihat dari parahnya batuk dan kesembuhannya, teasa begitu sangat tiba-tiba bagai mukjiizat. ya! Tiba-tiba hilang di hari ke-3. Meskipun sebenarnya ada tinggal dikit-dikit banget saat aku ngetik ini juga, tapi bagiku, aku sudah sembuh. Jadi sembuhnya bukan bertahap. Selama 3 hari konsumsi obat sebenarnya gak ngerasa dampak yang signifikan turun secara perlahan. Atau mungkin  cara kerjanya obat dan madu+jeruk nipis begitu, mematikan virus langsung dari dalam dan butuh waktu 3 hari. heheheh whatever pokoknya Alhamdulillah sangat atas kesembuhan ini. Mungkin kalimat ini klise gaes, tapi betul adanya, KESEHATAN ITU MAHAL. 

Itulah pengalaman pribadi menghilangkan batuk yang sangat membandel. Diambil Manffatnya, buang yang nggak disuka ya. Terimakasih. Salam Sehat. God bless You my blog readers. :)

Friday, December 29, 2017

PENGALAMAN BALIK NAMA BPKB dan BAYAR PAJAK STNK YANG NUNGGAK tapi PEMILIK SEBELUMNYA SUDAH MENINGGAL

Mau bayar Pajak motor telat 2 tahun dan balik nama sedangkan nama yang tertera di BPKB sudah meninggal, gimana dong ngurusnya?

Masalah yang sama yang dihadapi adik saya kemarin. Ceritanya adik gantiin motor suami pembelian dari bapaknya. Beberapa bulan yang lalu Bapak mertua meninggal dunia. Menurut yang kami baca, syarat untuk bayar pajak yang nunggak apalagi balik nama harus pakai KTP. Sedangkan KTP bapak mertua saya otomatis sudah tidak ada berganti surat kematian. 

Saat sudah di Samsat Krian, kita pergi membeli berkas terlebih dahulu beserta copy persyaratan yang ada seperti:
- BPKB asli
- Kwitansi asli pembelian motor. Kalau tidak ada maka harus beli kuitansi di samsat seharga Rp 20.000
- STNK asli
- KTP asli pemilik saat ini (adik saya)
- Tukang photo copy di dalam samsat sudah paham betul persyaratannya dan berapa jumlah copyan yang dibutuhkan, ALHAMDULILLAH ternyata TIDAK WAJIB KTP Bapak yang telah meninggal.
Menurut saya mungkin karena akan di pindah nama kan dahulu sehingga pajak sesuai nama pemilik yang baru dimana harus menggunakan KTP asli pemilik.

1. Semua berkas ASLI dan COPY dijepret dalam satu map yang kemudian kita harus ke bagian pendaftaran dan pengisian formulir. ilustrasi sbb:
2. Ke Loket bagian cek fisik tepat di belakang ruang pendaftaran. Disitu akan diberikan formulir untuk cek fisik yang aka dilengkapi oleh petugas yang mengecek fisik motor anda. Setelah dilakukan cek fisik, serahkan kembali berkas ke loket untuk divalidasi
3. Menuju ke Gudang Arsip. Berseberangan dengan loket cek fisik. kelihatan  jelas kok tulisannya :)
4. ke Loket Mutasi. Agak jauh ya ini tempatnya. Maaf ndak bisa menggambarkan atau menampilkan fotonya. Petugas akan selalu mengarahkan kita.
5. Loket Pembayaran STNK. Disini untuk mengurus biaya pajak yang nunggak dan biaya balik nama. 
6. Kembali ke loket Mutasi. dan disuruh kembali 4 bulan kemudian untuk mengambil BPKB dan STNK asli dengan nama Baru. Yeeyyy!

Apa yang kita bawa pulang? Copyan STNK legalisir beserta pajak yang sudah dibayar dan kwitansi pengambilan berkas baru.

Yes itulah informasi yang saya dapatkan waktu dampingi ngantar adik saya urus balik nama dan bayar pajak motor kemarin. Kenapa saya tidak dampingi? Jujur saya ribet ngikuti tingkah anak saya yang lagi aktif-aktifnya kesana kemari. Kurang lebihnya saya mohon maaf ya kawan..... Kamsia for visiting my blog :) SEMOGA BERMANFAAT.

Tuesday, October 3, 2017

PENGALAMAN MENANGANI INFEKSI SALURAN KENCING DAN KENCING BATU

Lemme take a deep  breath to tell about this. huuuffttt...Mmm..ceritanya tengah malam tiba2 suami merasa sakit di sekujur tubuhnya. Terutama di bagian pinggang dan perutnya dan..juga kedua kakinya. Yang saya lihat waktu itu saking sakitnya suami sampai bantingin barang2. Dia bingung harus apa. Karena jika ditidurkan atau didudukkan sakitnya menjadi lebih parah. Tapi berdiri pun tulang-tulang kakinya seperti mau patah.

Terlebih lagi, saat sakit melanda itu suamiku seperti sesak nafas tiba-tiba. Benar-benar nggak tega. Dengan mencoba membuat suami percaya, aku tuntun dia ke tempat tidur, aku bimbing berbaring. Dan sudah ketebak, sakitnya menjadi2. Nafasnya terengah2. Aku takut banget karena benar2 suamiku seperti hampir mau dicabut nyawanya. Tak bisa berkata apa2 selain menggeliat, mencoba bernafas dan membelalakkan matanya. Astaghfirullah...

Dengan doa yang terus terucap, tangan ini berusaha mengalihkan sakit yang dirasa suami dg melaburi tubuhnya dg minyak kayu putih dan memijat2 kakinya. Hingga pukul 03.00 dini hari, Alhamdulillah dia akhirnya bisa tidur setelah buang air kecil yang sangat derasssssss. FYI, suamiku beberapa hari sebelumnya di diagnosa infeksi saluran kencing. Tapi sayangnya, dia masih minum kurang air dan sempat menahan kencing hingga akhirnya kejadian di atas terjadi.

Selang beberapa hari, suatu malam kambuh lagi. Hal yang hampir sama terjadi. Namun tak separah sebelumnya karena dia sehari-hari mulai minum air 2-3 liter/hari dan mengkonsumsi obat anti nyeri dan antibiotik yang saya beli di apotek. Tapi tetep...gak bisa konsisten minum obat suamiku mah. Sebelum terlalu parah, aku udah antisipasi. Di awal sesak nafasx, aku buka jendela kamar lebar2 tepat di atas kepalanya, dan memijat-mijat kakinya hingga Alhamdulillah dia tertidur.

Keesokan harinya, suami minta dibeliin obat batugin beli di Apotek gak sampai Rp 30.000,. Dia yakin bahwa dia tidak mengalami ISK, melainkan batu ginjal. Tapi aku yakinin bahwa infeksi karena bakteripun sakitnya juga bisa sama seperti batu ginjal. Tapi dia kekeuh minta dibeliin batugin. Jadi disini terapi kita menggunakan batugin, obat pereda nyeri dan antibiotik yang aku beli di apotek. Selain itu, kami juga mencoba memakai herbal jamu temulawak murni tanpa gula dan ditambahi madu. Suami memang paling ogah ke dokter. Bahkan udah separah itu kambuhnya tetep aja tangan saya dipegang erat2 biar gak bawa dia ke IGD. Dia hanya minta ditemani. -_-"


Beberapa hari memang belum hilang sakitnya, tapi alhamduillah reda. Namuuunnnn...telat minum air atau nahan kencing sebentar saja, kambuh lagi sakitnya. Apalagi sampai kecapekan. Jadi suatu ketika suami mengeluh susah sekali kencingnya dan sakit saat keluar. Waktu itu kita lagi mengantar mamaku ke rumah sakit. Sampai di rumah suami mendapati bahwa dia telah kencing darah sedari tadi. Dilihat di diaper yang sudah dia pakai akhir2 ni biar tidak sampai nahan kencing lagi. Kambuh lah lagi sakitnya tengah malam.

Esok paginya, kencing suami sudah tidak berdarah lagi. legaaaaaa rasanya. Kira-kira pukul 09 pagi, suami mendatangi saya dan ngabari kalau batu kencingnya sudah keluar bersamaan dia kencing. awalnya beratttt katanya. tapi perasaan untuk kencing juga ebih berat lagi. meski sakit, dia tetap berusaha mengeluarkan air kencing hingga keluarlah batu kencing itu. duh! pantesan sakit luar biasa...batuya seperti karang! keras! tajam! Alhamdulillahnya sekarang suami bisa menjalani hari-hari tanpa rasa sakit lagi..

Because sharing is caring, mudah-mudahan postingan ini juga bermanfaat buat kalian. Aamiin.. semangat sembuh! semangat jaga kesehatan! caiyo!!


Saturday, April 22, 2017

BINTIK_BINTIK MERAH SETELAH DEMAM

Tempo hari, anak saya terjatuh dari baby walker menimpa tangga besi prosotan anak-anak. Dia nangis kejerrrr. Bahkan sampai muntah-muntah. Perasaan saya udah gak karu-karuan takut terjadi hal yang lebih buruk lagi pada anak saya.

Malam harinya, badannya panas tinggi. Tidur nggak bisa nyenyak. Nangis terus-terusan dan beberapa kali muntah. Pikiran saya melayang kemana-mana. Jangan-jangan anak saya patah tulang, atau barang kali gegar otak dan bla bla bla sambil nangis sesenggukan.

Sambil ikhtiar bawa ke tenaga medis dan tukang pijit, akhirnya panasnya turun. Kira-kira 5 hari. Tapi hati saya belum lega begitu saja. Karena  saya dihadapkan dengan kenyataan bahwa  muncul bintik-bintik merah hampir di seluruh tubuh anak saya, ke telapak tangan dan kakipun juga.


Awalnya  saya mengira demam berdarah. Panik dong! Tapi Alhamdulillah, ciri-cirinya tidak mengarah ke DBD. Karena bintik-bintik DBD akan tetap terlihat ketika ditekan. Sebaliknya, yang terjadi pada anak saya tidak begitu. Browsing sana-browsing sini, akhirnya saya menemukan ciri-ciri yang paling tepat dengan apa yang diderita anak saya waktu itu yaitu ROSEOLA INFANTUM. 

Nah pada roseola infantum, anak akan tetap aktif, tetap mau makan, minum ASI dan seperti sudah sehat. Dalam kasus ini para orang tua tidak usah bingung karena bintik-bintik ini akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. Ayah bunda hanya perlu fokus pada menurunkan panasnya saja. Bisa dengan kompres dan paracetamol. Anak saya sendiri sembuh roseola infantum kurang lebih pada hari ke-5 sejak munculnya bintik/ruam merah itu. Alhamdulillah..

Tuesday, February 21, 2017

CERPEN MISTERI: KEMATIAN SURYOTO

Sungguh tragis nasib Suryoto. Tuhan menjemput ajalnya dengan sangat mengerikan. Puluhan luka menganga di sekujur tubuhnya. Matanya dicongkel, telinganya putus, dada dan perutnya sobek. Organ tubuh beserta darah berceceran disekitar tubuh kakunya; jantung, paru-paru, ginjal, usus dan lain sebagainya. Organ demi organ yang berhamburan tak karuan itu kemudian dikumpulkan oleh warga. Semua lengkap kecuali hati dan alat kelaminnya. Entah dimana, tidak ada yang bisa menemukan. Mungkin sudah hancur menjadi darah bercampur dengan cuilan-cuilan organ lain atau dagingnya.
Penemuan mayat Suryoto berawal dari kecurigaan warga yang mencium aroma tidak sedap setiap kali melintasi rumah Suryoto. Makin hari makin menyengat. Hingga akhirnya warga memutuskan mendatangi rumah Suryoto untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Beberapa ketukan dan panggilan tidak dijawab. Mereka kemudian memutuskan untuk mendobrak pintunya. Belum sempat pintu itu didobrak, dengan tidak sengaja salah seorang warga menekan engsel pintu dan akhirnya pintu terbuka. Ya, nyatanya pintu itu tidak dikunci. Mereka lantas memasuki rumah, mengikuti arah bau busuk itu. Perasaan mereka semakin was-was mengetahui lalat beterbangan dan berkumpul di satu titik lokasi, kamar Suryoto. Warga dibuat terkejut bukan main dengan adanya sesosok tubuh dengan luka mengerikan itu, mayat Suryoto. Semakin Terkejut pula tepat di samping mayat Suryoto, istrinya terbaring beralaskan tikar dalam keadaan hidup dan utuh.
***
Suryoto dikenal sebagai orang yang tidak suka bergaul. Dia jarang sekali berkumpul dengan warga lain. Karakter dinginnya membuat dia berbicara seperlunya saja, itupun jika ditanya, kecuali dengan Mbok Nah, penjual sembako langganannya, mereka kerap kali berbincang. Maklum saja, semenjak istrinya sakit, memang dia yang mengerjakan segala pekerjaan rumah tangga, termasuk berbelanja untuk memenuhi urusan dapur. Suryoto juga dikenal sebagai orang yang sangat tempramen. Dipenjara 3 kali dengan kasus yang sama, penganiayaan. Satu kasus diantaranya, korban meninggal dunia. Sikap tempramen itu pula yang mengakibatkan kondisi Surti, istrinya, tidak kalah mengenaskan. Sejak 3 bulan yang lalu, Surti hanya bisa berbaring di atas tikar di samping ranjang Suryoto. Seluruh anggota tubuhnya lumpuh. Mulutnya tidak bisa berbicara, matanya hanya bisa berkedip-kedip dengan tatapan kosong. Wanita malang itu tidak bisa lagi berinteraksi, benar-benar tidak bisa berinteraksi, meski hanya untuk mendengar atau sekedar merespon pertanyaan dengan menganggukan atau menggelengkan kepala. Bisa dikatakan, dia sebenarnya sudah mati. Hanya saja rohnya masih tersangkut di tubuh yang mati jiwa itu. Mungkin karena itulah, Suryoto tidak menempatkan Surti di atas ranjang bersamanya.
Entah apa penyebab kemarahan Suryoto kepada Surti yang telah dinikahi 7 tahun silam itu. Bahkan kepada Mbok Nah pun dia tidak bercerita. Yang jelas, Suryoto menganiaya istrinya dengan berbagai benda seperti kemoceng, sapu bahkan kursi. Dia juga menendang dan menginjak-injak Surti dengan kaki besarnya, juga membenturkan kepala Surti hingga mengalir cairan merah segar dari hidung, mulut dan kepalanya. Luka tergores di sekujur tubuhnya. Namun yang paling parah yaitu luka di hatinya hingga membuat dia kehilangan jiwa, bernyawa tapi tak hidup. Mereka hidup hanya berdua, tidak ada anak ataupun sanak keluarga. Lokasi rumah yang jauh dari tetangga pula mengakibatkan tak ada satupun orang yang ada untuk meredam pertikaian mereka hingga beberapa warga datang karena tidak sengaja melintas.
Semenjak tindakan penganiayaan itu, rupanya Suryoto semakin lepas kendali. Kerap kali, dia membawa masuk wanita asing dengan pakaian yang jauh dari kata santun ke dalam rumahnya. Bukan wanita yang sama, melainkan wajah yang berbeda-beda. Kenyataannya, Suryoto mengiyakan kejadian itu kepada mbok Nah. Tambahnya, dia tidak segan-segan bermesraan dan bercinta dengan wanita-wanita itu di atas ranjang disamping istrinya yang lumpuh raga dan jiwanya. Tidak ada rasa malu, tidak ada rasa iba. Baginya, istrinya sudah tidak berguna, tidak ada, sudah mati. Meski menganggap demikian, Suryoto tetap memberi makan kepada Surti dengan cara menyuapinya. Karena itu, Surti masih hidup hingga sekarang.
***
Siapa yang bisa disalahkan atas kematian Suryoto? Siapa yang membunuhnya? Surti? Ah! mustahil jika dia pelakunya. Lalu, mungkinkah wanita-wanita yang berkencan dengannya? Tapi yang mana? Lagipula tidak ada saksi selain Surti. Apa yang bisa didapat darinya? Meski matanya berfungsi tapi toh percuma, Surti tidak mengerti apa-apa dan tidak akan bisa menjawab apa-apa. Ah, sudahlah, ini sudah menjadi nasib Suryoto. Tuhan sedang memberlakukan karmanya.
***
Suatu malam seorang warga dibuat kaget setengah mati ketika melintasi rumah Suryoto. Dia mendengar suara seorang wanita dari dalam rumah itu. Dia bimbang antara takut dan senang. Takut karena yang dia tahu, hanya ada satu penghuni di rumah itu, Surti, yang notabene tidak bisa berbicara. Senang karena mungkin saja Surti sudah mulai bisa mengeluarkan suara. Rasa penasaran menuntunnya untuk melihat siapa wanita itu.  Dengan langkah hati-hati, dia menuju satu-satunya ruangan yang lampunya menyala. Dia mencoba mengintip dari bilik jendela ruangan itu yang ternyata adalah kamar Suryoto. Terkejutnya dia melihat seorang wanita dengan dandanan begitu cantik dan menawan berbalut kebaya merah merona senada dengan warna lipstiknya. Wanita itu tersenyum-senyum sendiri di depan cermin. Tangan kanan dan kirinya nampak menggenggam sesuatu. Warga itu hanya bisa terbelalak dan mencoba mengingat-ingat wajah yang seperti pernah dia kenal itu. Tubuhnya bergetar tak karuan ketika wanita itu mulai bersuara kembali.
            “Kang Mas, hati ini yang menyatukan kita dalam cinta (nada sangat lembut), tapi kelamin ini yang telah merusak kebahagiaan kita! (nada sangat keras)”
“Surti!” Teriak warga itu masih dalam kebingungannya.


Saturday, September 24, 2016

REVIEW: EFEK CREAM KALIMANTAN

 
gue benciiiiiikkkkk banget sama yang namanya cream Kalimantan. Karena dia udah ngebuat muka gue yang imut ala-ala marmut ini jadi kayak bencong prapatan!

tadinya gue yakin kalau cream Kalimantan bisa ngebuat muka gue makin kinclong, putih, mulus, bersih dan kawan-kawan. Secara gue browsing sana browsing sini nggak ada tuh yang review efek negatif cream Kalimantan. Temen gue beberapa juga pake itu cream jadinya makin cantik. Belum lagi iklannya di facebook, di instagram, di web, gembar-gembor kalau cream Kalimantan sudah ada nomor BPOM nya. But as you know, gue udah mentelengin bolak-balik produk itu nggak ada sama sekali nomor BPOMnya, gue juga udah coba cek di web resmi BPOM, cream Kalimantan juga belum ada daftarnya. Penipuan macam apa coba??

Selain itu, yang paling bikin greget, katanya Cream Kalimantan terbuat dari bahan-bahan herbal yang aman dari Kalimantan. okay, kalau dari bahan Herbal kenapa di komposisinya nggak disebutin bahan herbalnya malah bahan kimia semua? dan waktu gue aplikasiin sendiri ke muka, gue makin yakin kalau itu bukan bahan herbal!! lets start dari Sabunnya dulu. Sabun produk ini berbentuk cair. Tapi punya warna dan bau persiiisssssss banget sama sabun papaya batangan. 100% gue yakin keduanya dari bahan yang sama hanya bentuknya aja yang beda.

Setelah cuci muka, we are suggested to apply the Toner. Disini keyakinan gue kalau cream Kalimantan merupakan produk kosmetik yang keras naik jadi 1000%!!!! baunya sangat sangat sangat sangat sangat menyengaaaaaaatttttttt. Saking menyengatnya gue nggak bisa nafas saat ngaplikasiin ini toner ke muka. bener-bener jauh dari kata herbal. bagi gue baunya seperti air raksa. Karena kalau lo mau maksain bernafas, hidung lo pasti kerasa sakit, as my experience loh ya.

Lanjut beberapa saat baunya dah ilang, gue pake ceam malamnya. Kesan pertama gue sama cream malamnya syukaaaa banget. warna putih kerlap-kerlip kek gimanaaaa gitu. dan baunya wangiiiiiii buanget! gue templokin dah nih cream ke muka ama leher dengan senyam senyum dewek depan cermin dengan harapan besok bangun pagi muka gue makin syantiikk, suami gue terpesona, nyiumiin gue dll deh bayangan gue. and then tidoorrrrr.

Jam 04.00 subuh gue bangun karna ngerasa gatel-gatel di muka ama leher. Gue ngira itu pasti efek dari cream Kalimantan. Takut lebih parah, gue langsung beranjak dan lari ke kamar mandi buat nyuci muka and leher pake air doank. Berasa dah merata nyucinya gue lanjut sholat trus tidur lagi hehehehe. Jam 05.30 gue bangun, gue ngerasa leher gue tuebeeeellllll buangetttt kayak kulit badak.


gambaran tebelnya kayak habis disengat lebah tapi ini merata! nggak bentol-bentol bulat doank. meraaatttaaaaa!!!! gatal-gatal? jelas!!! muka gue sih masih terlihat normal, kecuali ke dua kelopak mata yang benjol. tapi baik muka dan leher berwarna merah kayak terbakar. panas? enggak!

FYI guys, nggak cuma muka and leher gue yang merah gatal gitu, ternyata bahu, dan lengan kanan yang gue pake nyangga muka juga ikutan merah dan gatal. Astaghfirullah....gue nangis pek! takut kejadian yang lebih buruk! kanker lah apalah, yang pasti gue takut muka gue nggak bisa balik lagi dan gue malu dilihat orang2 dengan wajah kayak bencong prapatan. Karna makin siang, muka gue makin nunjukin perubahan yang bukan ke arah makin cantik tapi makin ancur! makin merah, makin gatal, makin gak berbentuk. bener-bener berasa jadi alien gue! T.T


Harapan gue tentang suami gue yang kesensem gue saat bangun tidur berbalik dengan ekspresi yang WOW banget! huaaaaa....malah bulan-bulanin gue secara dia warning banget gue nggak boleh pake cream-cream macam-macam except pake produk POND'S. gue maluuuu banget pemirsaaaaaa T.T

How to solve that? awalnya gue bingung banget sumpah. Karena kalau pake sabun2an apalah, gue takut bereaksi yang makin menjadi-jadi karna istilahnya kulit gue udah iritasi, firstly gue coba pake anti iritasi kulit punya anak gue dari Cusson and cuci muka pake oatmeal yang kebetulan ada di rumah. Bukannya tambah sembuh tapi tambah parah! gue baru ngeh setelah gue perhatiin ternyata kedua produk itu udah KEDALUWARSA! Huwaaaaaaaa begok banget luh yes! udah tahu barang itu ngendog di rumah sekian lama -_-"

Next treatment, gue cuma oles2in kulit gue yang iritasi itu pake mentimun. tiap habis mandi pagi, sore, and mau tidur. nggak pake apa-apa lagi. mandinya gue pakai sabun baby cair. gue pake punya Cusson. Alhamdulillah, 3 hari dah nunjukin kemajuan.

 
Gue terusin pemakaiannya sampai kira-kira 10 hari kulit gue kelihatan normal lagi, kecuali di lengan yang sampai sekarang gosong! gak papalah, yang penting muka dah cantik lagi.


Well guys, postingan gue ini bukan untuk jatuhin produk cream Kalimantan and ngejudge kalau cream Kalimantan itu buruk. Ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi gue yang nyata tanpa gue kurangin juga tanpa gue tambahin. Perhaps, type kulit gue aja yang nggak bisa nerima produk macem2 yang agak keras, secara seumur hidup gue, gue lebih sering pakai produk bayik. Kalaupun buat wajah, meski gonta-ganti, gue pakainya yang udah ada di iklan aja kayak POND'S, Wardah, Clean and Clear, Garnier, itupun cuma sabun mukanya doank, dan tetep aman-aman aja di kulit gue.

But Let's be smart! Kalau produk Kalimantan aman, kenapa nggk diiklanin di TV? Kenapa komposisinya nggak dijelasin bahan herbalnya? Kenapa no BPOMnya kenyataannya nggak ada dan nggak dicantumin di produknya? dan kenapa-kenapa lainnya. Gue sih sebenere ngiri juga ya, temen-temen gue yang pakai produk ini cantik-cantik aja tuh? mungkin efek pertama nggak enak-nggak enaknya diterusin kali ya? tapi bagi gue, kalau awal aja udh nggak baik di muka meski kalau diterusin bisa kelihatan cantik, itu tetep aja nggak baik. terlebih untuk jangka panjang ke depannya. That's all my review about cream Kalimantan. Semoga bermanfaat. Keputusan ada di tangan anda :)
See you next post ya guys! Emmuah!


Saturday, June 4, 2016

JERAWAT VAGINA

Setiap orang pasti enggak seneng banget kalau sampai dikunjungi tamu si pentul mungil nan imut yang disebut JERAWAT. Biasanya, jerawat muncul di area wajah, dada dan punggung. Kebanyakan memang jerawat tidak menimbulkan rasa sakit, tapi tetep aja bikin nyesek kalau sampai berjerawat. Mengganggu penampilan banget kan? In fact, jerawat juga bisa terasa sakit lho kalau dia nongkrongnya di area2 sensitif seperti alis, kening, hidung, bawah bibir, daaaaannnnn alat kelamin! T.T

Ngomongin tentang jerawat, si mungil ini memberikan cerita khusus dalam kehidupanku. Bayangin deh... beberapa habis lahiran, masih repot2nya nyusuin si baby yang mengharuskan emaknya bobok semenit semenit itu, masih di masa nifas, jahitan vagina masih sengkring-sengkringnya, eh dia berani2nya nambahin beban ibu nifas dengan cara nongkrong di vagina. mending kalau nongkrongnya anteng. Lah ini...bikin vagina tu rasanya bengkaaaakkkk kayak habis disengat satu ton lebah. -_-" Tiap dipake pipis, aduhaiiii rasanya sakit bok! cius miapa deh. bikin duongkol ati banget kan?!

Cukup! cukup 2 hari aja gua biarin luh merenggut kenikmatan hidup gua! then, tiap mandi pagi dan sore, aku cebokin pake air hanget lebih ke panas lah ya... enak nggak rasanya tuh miss V disiram pake air itu? ya kagak! vagina kan sensitif ya.. jadinya panas cuy ahahahahha. Tapi nggak apa lah, lebih gak enakan ditongkrongin vagina yang bandel itu. Alhasil, cuma 1 hari aja itu rasa kemeng akibat tuh jerawat dah mereda. ya jelas... jerawatnya mengecil loh. tetep aku lakuin treatment itu sampai jerawat itu bener2 musnah and yup!!! I did it!! =) Huurrraaayyyy

Hayuk! khusunya buat bunda2, kalau nemuin benjolan mungil di miss V nya jangan buru2 ke dokter. Ntar didiagnosa macem2 tambah pusing kan ya.. belum lagi biaya nya mehong. treatment air hangat aja bun.. cepet kok ilangnya. suwer dehhhh. yang alami alami emang yahuud =*

oke sekian postingan tentang jerawat vagina, postingan ini nggak lain dan nggak bukan, bertujuan hanya untuk berbagi pengalaman positif aja.. niat bantu dari pengalaman yg bener2 aku alami. thanks ya...buat yg udah baca. love you! ^^3

Bagaimana Rasanya Pingsan?

23 April 2016

Postingan kali ini hanya merupakan curhatan ya...

Seumur umur penasaran banget sama yg namanya pingsan. Secapek apapun, sesakit apapun, pingsan nggak pernah mampir dalam hidupku. Sampai akhurnya kejadian sore tadi menjelaskanku bahwa pingsan itu ENGGAK ENAK!!

Waktu hendak mandi Sore, aku mendapati darah nifasku banyak sekali. Segera aku bersihkan miss v dan ambil cermin untuk cek jahitan. Tiba2 pandanganku kabur, lalu menghitam, semakin hitam. Aku menyadari bahwa aku akan pingsan. Tapi aku bersikeras untuk tetap sadar. Aku harus sadar! Tubuhku mulai lemas. Aku bersandar di dinding dan menggenggam engsel pintu kamar mandi. Aku yakin banget aku masih tersadar. Tiba2 aku mendengar gemuruh air seperti air terjun, waktu aku membuka mata, aku mendapati diriku sudah terbaring di lantai kamar mandi. Alamak... ternyata begitu rasanya pingsan.

Aku langsung bangun dan hendak meneruskan mandi dengan kepala yg masih pusing. Tiba2 pandangan menghitam lagi dan makin menghitam. Tubuhku lemas kembali. Aku takut.. dipikiranku saat itu hanya ada anakku.. demi anakku gak boleh terjadi apa2 padaku. Dengan segera dan langkah terseok2 aku keluar kamar mandi lalu duduk di ranjang kamar. Disitu aku menangis sesenggukan sampai pandangan hitam berangsur jelas. Sudah.. sudah.. cukup sekali.. jangan sampai kau datang lagi wahai tuan pingsan.

Tuesday, April 26, 2016

Sepenggal Cerita dibalik Kelahiran Putraku #PART2

Proses jahit menjahit sudah selesai, tubuhku dibalut jarik, pintu persalinan dibuka, mempersilahkan anggota keluarga yg ingin masuk. Mama dan Papaku masuk dengan isak tangis yang luar biasa. Mama langsung memelukku meminta maaf kepadaku karena tidak bisa menemani persalinanku "Maafin mama ya nak.. Mama nggak bisa nemeni kamu melahirkan. Mama nggak tega lihat kamu kesakitan. Maafin mama.. denger kamu nangis aja mama udah gemetaran gak karuan apalagi harus nungguin kamu di dalam.. daritadi mama nunggu di depan saja.. mama titipin kamu ke mertuamu" Aku yang memang selama kontraksi selalu mengingat mama, membayangkan perjuangan mamaku saat melahirkanku, tetapi kenyataannya aku sering menyakiti hatinya karna kita hampir tidak pernah sependapat, juga menangis terseduh sedan mengucapkan terimakasih, terimakasih dan terimakasih..
Berlanjut ke Papa yang juga menangis tak kalah seperti tangisan anak kecil memelukku dan mengucapkan selamat kepadaku. Akupun juga mengucapkan terimakasih sebesar2nya karna Papa telah membesarkanku dengan segala jerih payahnya, sungguh.. betapa aku sebagai anak terlalu banyak dosa kepada mereka terlepas seberapa salah mereka dan seberapa kali aku memberi, tetap saja aku tak akan pernah bisa melunasi besar jasa mereka.

Satu hari terlewati sudah. Para sanak saudara yg bergantian berkunjung sudah habis meninggalkan aku, suami dan arun (putra kami). Kira2 waktu itu pukul 02.30 dini hari. Arun sedari tadi rewel tiba2 mengeluarkan muntah ke-3 kalinya. Kali ini muntah coklat kehitaman, setelah muntah hijau dan muntah coklat. Aku pikir itu sesuatu yg biasa disebut "gumoh". Mungkin karna ASI pertama kali yg diminum jadi kolostrum yg dimuntahkan. Arunpun tidak bisa tidur sampai akhirnya tidur dalam dekapan dadaku.

Pagi hari saat perawat visit kami, aku iseng tanya perihal muntah anakku. Dengan langkah cepat tim medis membawa anakku untuk ke ruang ICU dengan dugaan infeksi lambung karna itu sebenarnya muntah darah. Deg!! Jantungku serasa hampir berhenti berdetak. Anakku diberikan tindakan tes darah, dan pengeluaran isi lambung, dia disuruh puasa selama 6 jam. Aku menurut saja. Berharap tidak ada sesuatu buruk terjadi pada anakku. 6 jam kemudian, aku dipanggil untuk memberi ASI ke ruang ICU. Tidak ada seorangpun yg boleh masuk kecuali aku. Itupun aku harus disterilkan dulu. Suamiku hanya bisa memperhatikan dari balik kaca. Saat pertama kali melihat anakku saat itu, aku hanya bisa menangis sejadi2nya. Bagaimana tidak? Bayi berusia satu hari harus dimasuki selang ke lambungnya melalui mulut, diinfus kakinya, dimasukkan ke dalam kotak incubator. Belum lagi expresi wajahnya yg tersiksa dengan adanya selang di tenggorokannya, hendak muntah berkali2, saat aku beri ASIpun dia ingin muntah lagi karna benda asing itu. Akhirnya dia hanya bisa bersandar di dadaku dan tertidur meski tiap satu jam aku datang untuk memberikan ASI. Begitu seterusnya sampai keesokan harinya, lagi2 anakku tidak mau minum ASI.

Hasilnya, lambung anakku ternyata bersih. Tidak ada infeksi. Tapi hasil tes darah, ada radang di tubuhnya. Aku juga kurang jelas radang apa. Tapi selang itu tak kunjung dikeluarkan. Hingga saat aku hendak memberikan ASI lagi tetapi tetap anakku ingin muntah dan tidak mau, aku bertanya "kapan selang ini dilepas mbk?" Seketika perawat itu langsung menarik selang dalam lambung anakku dan seketika itu juga anakku minum ASIku seakan penuh rasa kehausan. Hiks... ya Allah... ini toh nak mau kamu... pemberian ASIpun berjalan lancar tiap jam. Ya, tiap jam aku harus ke ruang ICU untuk memberikan ASI. Arun dijadwalkan mendapat perawatan selama 3 hari menyesuaikan jumlah 6 suntikan antibiotik yg harus diberikan ke anakku.
Malam ke 2 perawatan Arun, Arun diambil darahnya lagi karna tubuhnya kuning. Ditambah lagi, kaki kirinya bengkak karna efek samping infus hingga tempat memasukkan suntikan harus dipindah ke tangannya. Lagi2 anakku harus disuntik. Disitu perasaan seorang ibupun pasti sangat tersiksa.

Hasil tes darah menunjukkan kuning anakku 11,7. Jika mencapai 12 maka harus disinar di ruangan tertentu. Dalam penyinaran, dia harus ditelanjangi bulat dan matanya ditutup. Orang tua mana yg tega? Suamikupun menolaknya. Kami bisa mengupayakan kesembuhannya dengan memberikan ASI yg banyak. Pemberian ASIpun aku lakukan semaksimal mungkin. Terlebih lagi saat ini Arun sudah berada di ruanganku. 4 hari sudah kami di RS. Sudah tidak sabar pulang. Kami berencana pulang keesokan harinya. Tapi melihat kondisi anakku, pihak rumah sakit tidak mengizinkan pulang dan meminta kami menyetujui tindakan penyinaran karna kuning anakku tak kunjung berkurang, mereka takut bertambah. Untuk mengetahuinya, mereka hendak melakukan tes darah lagi. NO!! cukup acara suntik menyuntiknya anakku. Tidak tega!! Sampai esok haripun saat kami ingin mengurus administrasi mereka tetap tidak menghendaki pulang. Sampai 2 kali suami harus menandatangani pernyataan ketidak setujuan penyinaran dan pulang atas kemauan sendiri. Merekapun akhirnya menghimbau untuk menelateni upaya penyembuhan di rumah dengan cara dijemur dan minum ASI yg banyak.

Sampai di rumah, kamipun ulet menjemur di sinar matahari pagi dan memberi ASI. Syukur Alhamdulillah, beberapa hari kemudian kuningnya semakin mereda, matanyapun kian memutih dan cerah. Hingga sampai saat ini keadaan anak kami semakin membaik. Alhamdulillah..


Wednesday, April 20, 2016

Sepenggal Cerita Dibalik Kelahiran Putraku #PART1

12 April 2016 pukul 12:00, akhirnya momen berharga itu datang. Tepat pada waktu itu putraku lahir. Sebelum dia benar2 muncul menyapa dunia, sinyal kehadirannya terdeteksi 3 hari sebelumnya.

10 April 2016, dini hari sekitar pukul 05:30 seperti biasa aku ke kamar mandi untuk BAK. Tiba2 aku dapati lendir bercampur darah yang hanya sedikit, kira2 satu tetes. Hatiku sangaaaattt gembira. Yang aku tahu itu adalah mucus yg keluar, tanda awal persalinan. Hatiku sedikit lega karna sebentar lagi aku akan bertemu anakku, rasa gundah gulana karna kehamilan yang sudah lewat HPL sedikit sirna. Akupun kian semangat berjalan kaki seperti biasa. Namun kegiatan itu harus terhenti tatkala rasa sakit yang luar biasa pada tulang vaginaku hingga berhasil membuatku tidak bisa berjalan. Rasa sakit itu sebentar ringan sebentar muncul terasa sangat kuat. Ketika terasa ringan aku gunakan untuk olahraga jalan kaki, belly dance, atau sekedar nungging2 sampai pada akhirnya satu hari penuh rasa sakit itu sangat kuat tiada jeda sampai2 aku harus berbaring di tempat tidur. Lendir itu juga tak kunjung keluar lagi.

11 April 2016,
Seperti biasa rutinitas pagi hari di kamar mandi, aku mendapati lendir yang lebih banyak dari kemarin. Bedanya, kemarin lendir sangat pekat dengan darah merah kehitaman, saat ini lendir bercampur hanya dengan bercak darah merah kecoklatan. Rasa sakit di tulang vagina sudah reda, aku sudah bisa beraktifitas lagi meski tidak dengan sangat lincah. Lendir itu beberapa kali aku jumpai setiap kali ke kamar mandi. Aku mulai galau. Beberapa teman, bidan dan dokter kandungan aku BBM untuk menanyakan seputar kejadian yang aku alami. Semuanya menyarankan aku segera ke tenaga mediuntuk cek pembukaan. Well, sekitar pukul 10.00, aku dan suami pergi ke bidan terdekat. Hasilnya, ternyata belum ada pembukaan. Sedih? Sangat!
Pukul 16:00, aku mengajak suami nonton "The Jungle Book" di suncity mall Sidoarjo, sekalian memperbanyak jalan kaki muter2 dalem mall (rutinitas saat hamil). Diperjalanan tiba2 muncul rasa sakit yg tidak biasa di pinggang. Nyeri...tapi bisa aku tahan. Rasa itu beberapa kali muncul saat perjalanan. Sampai di parkiran mall, tiba2 rasa sakit di vagina muncul lagi membuat aku kesulitan berjalan. Alhasil suami ngomel,"sudah dibilangi istirahat saja, malah maksa kesini". Dengan jalan pelan2 akhirnya sampai juga di gedung bioskopnya.

Film dimulai pukul 17.00. Saat itu juga adikku datang. Hampir saja kita gagal nonton karna dia telat. Saat nonton, rasa sakit di pinggang itu muncul dan makin terasa. Hilang timbul. Aku belum menyadari kalau itu kontraksi. Karena orang bilang rasa saat kontraksi seperti dilep saat mau menstruasi. Sedangkan rasa ini sangat sangat berbeda berdasarkan pengalamanku. Hingga akhirnya aku curiga dengan hilang timbulnya, aku cek jam, aku perhatikan jeda dan lama sakitnya datang dan yap! Rasa sakit itu datang setiap 7 menit sekali dengan durasi 40 detik. Rasa sakitnya masih bisa aku tahan meski Cukup menggaanggu acara nonton. hehehe

Selepas nonton aku ngajak suami jalan2 dan makan, tapi ditolak mentah2. Sepertinya suami sudah menangkap sinyal kalau aku akan melahirkan. Suami  minta makannya beli dibungkus saja dan langsung pulang. Sebelumnya mampir dulu di rumah orang tuaku untuk nganterin adik dan makan2 disana. Sekitar pukul 21.00 kami pulang karna aku juga sudah mulai nggak tahan dengan sakitnya. Sepanjang perjalanan dan sampai di rumah pun rasa sakit pinggang itu datang terus. Sakit sekali. Kali ini durasinya sudah 5 menit sekali. Akupun mulai merengek2 sedikit saat sakitnya datang. Nggak bisa tidur. Saat mau tidur, selalu tersadar tiap kali kontraksi di pinggang itu. Suamipun jadi terganggu tidurnya karna rengekanku. Pukul 23.00, aku ngajak suami ke rumah sakit, tapi kami nggak yakin. Aku sendiri juga nggak yakin kalau ini kontraksi. Karna aku masih percaya bahwa kontraksi harusnya di perut. Bukan di pinggang. Akhirnya ditunda dulu.

14 April 2016, sekitar pukul 01.00 dini hari aku nekat ngajak suami berangkat ke rumah sakit karna rasa sakitnya sudah mulai tidak tertahankan seperti pinggang ini mau putus. Sakiiittt sekali. Tangisankupun pecah dipelukan suami saat kontraksi itu datang yang makin sakit tepat di depan pintu rumah sakit. Suami terus menyemangati, "harus semangat sayang.. masak mau ketemu anaknya kok nangis. Harusnya seneng.. waktu yang ditunggu2 hampir tiba." Jujur seneng sekali..tapi nangis2 juga saat kontraksi datang. Oh ya, kami berangkat bersama mama mertuaku juga. Aku langsung di bawa ke ruang VT persalinan. Pertama2 darahku diambil untuk tes darah yg hasilnya leukositku terlalu tinggi hingga aku harus diinfus. Bidan kemudian melakukan cek pembukaan dan ternyata masih pembukaan 1 sempit.huhuhu pembukaan segitu aja rasa sakitnya sudah alamak... gimana nanti?? Saat itu sekitar pukul 02.30.
Aku ngantuk sekali..tapi aku nggak bisa tidur. Sesekali berjalan kaki, saat kontraksi datang, langsung meluk suami. Sesekali ngerengek ke mama mertua, kok sakit sekali ma.. pinggangku rasanya mau putus. Hiks hiks.. mama mertua hanya bisa tersenyum dan bilang iya.. kalau anak laki2 memang begitu. Sabar..

Pukul 04.30, sudah berbaring lagi. Bidan senior datang melakukan cek pembukaan ternyata sudah bukaan 5 ke 6. WoW.. cepet sekali.. aku sangat senang. Pikirku saat itu mungkin pukul 06.00 udah lahiran. Udah gak tahan bok.. waktu berlalu tapi anakku tak kunjung lahir. Hingga pukul 07.00 di cek pembukaan masih 6. ketubanku dipecah untuk mempercepat pembukaan. Aku udah gak tahan. Aku sudah benar2 menangis saat itu. Segala ayat alquran yg aku hafal aku lantunkan. Suami juga mengajikanku ayat alqur'an di telingaku sambil sesekali mengusap kepalaku dan memelukku saat kontraksi yg mashaAllah itu datang. Akhirnya tercetuslah dari mulutku, "yank..masak harus saecar? Aku gak kuat..sakit sekali" Entahlah..jika ada yg bilang kontraksi itu biasa saja, yg aku rasakan benar2 sakit sekali. Sakiiiitttt sekaliiiii... aku sudah menangis2 terus tiap kontraksi ini datang. Nafas panjang pun percuma. Tetap terasa sakit. suamipun akhirnya ikut menangis. Nggak tega lihat istrinya kesakitan.

Pembukaan berjalan sangat lambat hingga pada titik kontraksi yg sangat hebat dengan sensasi mengejan tapi aku tidak boleh mengejan. Ya! Pembukaan 8. Dan itu sekitar pukul 10.00. Sudah sangat sangat sangat nggak kuat. Aku sampai mohon2 ke suami untuk di saecar saja. Tapi suami terus meyakinkan kalau aku bisa. Bidan pun juga demikian, mendukung untuk tetap bisa normal. Sedikit lagi katanya. Alamak... jangankan 2 pembukaan lagi, 5 menit saja aku nggak sanggup! Tiap kontraksi datang, tingkahku udah nggak karu2an saking sakitnya dan saking tersiksanya ingin mengejan tapi nggak boleh. Oh Tuhan...kapan akan berakhir? Dari pembukaan 8 inilah, kontraksi hampir tidak ada jeda. Akhirnya aku bilang ke mama mertuaku, aku mau operasi ma! Panggilkan dokternya sekarang! Aku nggak kuaaattt! Mama langsung kelabakan minta bidannya telepon dokternya. Namun na'as! Beliau sedang ada operasi di lain tempat. Aku menangis sejadi2nya. Saat itu aku merasa ada di pintu ambang kematian. Segala dzikir dan doa kami latunkan. Ya Allah.. tolong aku.. tolong aku Tuhan.. Aku nggak kuat.. bidan.. tolong panggilkan dokternya.. kasih aku obat bidan.. aku udah gak kuat dengan rasa sakitnya.. kasih aku obat sekarang juga.. tolong aku sekarang.. hentikan rasa sakitku ini! Suami dan mama mertua tak henti2nya mengusap kepalaku dengan air dan selalu membisikkan doa serta semangat bahwa aku kuat! Aku pasti kuat!

Jam berjalan terasa sangat lambat bagiku. Hingga pada akhirnya aku juga sudah di ujung nafas. Tenagaku sudah terkuras hampir tak bersisa bahkan hanya untuk membuka mata. Aku hanya bisa diam menangis dan mengerang saat kontraksi datang. Saat saat itu suami selalu memelukku, memandu untuk menarik nafas panjang, mengingatkan untuk tidak mengejan! Ah! Tidak mempan! Aku selalu mengejan dengan sendirinya. Tiap kali kontraksi aku mengejan dan mengeluarkan air kencing jumlah yg sangat banyak sekali. Mama dan para bidan sampai kelagapan juga untuk menahanku agar tidak mengejan. Oh no.. mengejan dengan sendirinya dengan power yang sangat besar! Permintaan tolong untuk dipanggilkan dokter! Meminta diberi obat apapun pokoknya sakit itu berhenti kian sering terucap. Akhirnya sekitar pukul 11.00 pembukaan 9. Akupun tidak peduli. Bahkan kalaupun pembukaan lengkap aku dengan rasa sakit saat itu, aku tetap ingin di saecar! Telepon terakhir ke dokter beliau bilang ok! Operasi akan dilaksanakan pukul 13.00. Astaghfirullah... kok lama sekali? Aku benar2 gak kuat! Pasrah.. seakan2 satu langkah di pintu kematian. Aku pasrah Tuhan.. tapi jauh di dalam hatiku aku terus berdoa, kuatkan aku..selamatkan aku ya Allah.. selamatkan aku dan bayiku. Hanya Engkau yg mampu menolongku. Tolong aku.. tolong segera akhiri ini semua! Aku gak kuat Tuhan.. akhiri segera!

Detik demi detik terasa begitu menyiksa menunggu pukul 13.00. Memang! Tidak ada yg bisa dilakukan lagi. Sekitar pukul 11.30, 3 bidan datang lagi. Kali ini mereka memberikan obat induksi melalui infus. Satu bidan cek pembukaan dan bilang oke! Kalau mau mengejan boleh mengejan ya sekarang. Subhanallah! Sumpah semangatku langsung naik. Cuma bedanya, sejak induksi itu dipasang, rasa sakitnya tidak berhenti sama sekali. Teruuusssss... tapi bukan sakit kontraksi di perut seperti seharusnya melainkan di anus! Aku pingin ngejan terus, terus, dan terus. Suami, mertua, bidan, semua siaga membantuku saat mengejan. Membasuhkan air di kepala, karna keringatku bercucuran nggak karuan sedari tadi meski ruangan itu berAC. Memegangkan kepala dan kakiku sedemikian rupa posisi untuk memudahkan bayi keluar. Namun sayang.. meski pembukaan lengkap tak kunjung keluar bayinya karna posisinya masih jauh di atas. Hiks hiks.. aku mulai teriak lagi. Vakum aja bu bidan.. lakukan sesuatu. Segera keluarkan bayiku. Gunting saja vaginaku! Atau apapun pokoknya bayiku segera keluar. Sakit sekali iniiii... nggak bisa mbak.. bayinya masih terlalu tinggi. Yok nekat yok! Ngejan yok! Harus bisa ya! Kasian bayinya. Beberapa kali dilakukan tes jantung pada bayiku dan alhamdulillah selalu ada dan stabil. Akupun mengejan terus menerus tiada berhenti karna sakitnya sensasi mengejanpun tiada henti. Berhenti sejenak karna kehabisan nafas. Bidan selalu bilang yak bagus pinter sayang sebentar lagi. Sudah kelihatan rambutnya. Iyak terus bagus. Begituuuu terus katanya bagus2 tapi aku ngejan udah lebih dari 30 kali si bayi juga belum brojol. Hadeh.. sampai pada akhirnya nggak tahu ngejan ke berapa vaginaku digunting. Beberapa ibu2 bilang nggak kerasa sakit sama sekali. Tapi saya sadar betul bagaimna rasanya digunting. Karna pengguntingan dilakukan harusnya saat ada kontraksi besar di rahim. Tapi rahimku tidak kontraksi sama sekali sedari tadi. Tidak keras sama sekali. Hanya rasa sakit yg larinya ke anus. Itu sebabnya aku bisa merasakan sakitnya digunting. Tapi tak apa. Aku malah senang. Berarti jalan lahir anakku makin luas. Sakitnya diguntingpun tidak ada apa2nya dengan sakit saat kontraksi dan sensasi mengejan pada waktu itu. Aku mengejan beberapa kali. Aku sempat terhenti karna nafas nggak kuat. Suami yg selalu standby di sampingku, ayo sayank! Kepalanya sudah 1/3 keluar. Semangat yank sedikit lagi! Terus jangan berhenti. Wow.. energiku bagaikan direcharge. Sekedar info, karna aku mengejan tanpa ada kontraksi, babynya sulit keluar. Untungnya dibantu didorong sama bidannya melalui perut. Finally, beberapa kali lagi mengejan, aku keluarkan seluruh sisa tenaga dan nafasku dan dibantu didorong bidan, bruuullll... kepala anakku keluar diikuti dengan brull brull lainnya. Badannya, ari2, placenta, gumpalan darah, semua mengalir berurutan begitu melegakan. Lihat yank.. itu anak kita. Anak kita sudah lahir. Begitu suami berkata dengan mata berkaca2 dan menciumi keningku. Mama mertuaku juga begitu. Dia menangis sambil menciumi keningku, mengucapkan terimakasih dan lagi2 membasuh kepalaku. Semua rasa sakit yg amazing tadi hilang begitu saja. Alhamdulillah..

Karna terlalu lama keluarnya anakku nangisnya hanya sedikiiitt dan kecil sekali. Lalu bidan memasukkan selang melalui mulutnya untuk mengeluarkan lendir2 di dalam yang akhirnya anakku terbatuk2 dan menangis kencang. and you know what, kepalanya lonjong karna keluar masuk terua. Aku menangis bersyukur akhirnya anakku lahir juga tepat pukul 12.00. Akupun terus menangis dan berdoa memohon keselamatan bayiku dan umur yang panjang. Segala dzikir dan shalawat aku dan suami lantunkan. Mama mertua mengabari bapak mertua dan sibuk mengambil gambar anakku.

Mama mertua dan suami akhirnya disuruh keluar, waktunya melakukan jahitan. Begitu dengan bayiku, dibawa ke ruangan inkubator dan diadzani suami. Huwah..padahal aku pingin lihat dan mengabadikan momen itu. Aku kira penderitaan rasa sakitku sudah berakhir. Ternyata belum. Proses jahit menjahit vaginaku rasanya maknyusss... awalnya aku bisa tahan. Tapi waktu sudah sampai di bagian kulit aku nangis2 lagi. Suakitnya minta ampun! Tapi tetep sih.. gak sesakit proses melahirkan. Hehehe.. jahitanku banyak sekali pemirsa.. dimana2.. sampai anus. Oh..god...

Bersambung...

NB : Cerita ini ditulis bukan untuk menakut2i.. justru sebagai penyemangat. Bahwa Allah tidak pernah memberi apapun yang tidak bisa kita lampaui. Buktinya meski beberapa kali bilang nggak kuat ternyata atas izin Allah aku bisa melalui proses melahirkan normal itu. Allah pasti selalu menolong hambanya..semangat ya mommies..


Bersambung...