Wednesday, March 25, 2015

Takdir, Siapa Yang Tahu: Gara-gara Guru Basketku

semenjak insiden aku diselingkuhi sama cowok, aku jadi trauma. seakan-akan aku mendapat karma karena telah begitu gampang juga meninggalkan cowok demi cowok lain. aku jadi cewek yang benar-benar memakai hati. meski berderet-deret laki-laki termasuk Fajar hendak mendekati, aku tak juga mau jika aku tidak punya hati 100 persen ke mereka. alhasil, aku jomblo lama men. . . .9 bulan!
jomblo membuat aku merasa kesepian, nggak ada aliran dana, nggak ada pulsa gratis, nggak ada ojek gratisan pula, kenapa????????

one day, aku kebelet pipis. di perjalanan ke toilet, i saw Fajar was talking with my basketball coach who was our art teacher also. suddenly, Guru basketku itu bilang:
"nanti latihan loh ya"
"jemputen hayo pak. . ."
"tak jemput di Jimbaran, ya"
"mok, jemput di rumah saja."
"?@31!#@$#%^??!?!#?$"
"jemput ini ae ya?(aku nunjuk Fajar)
"iyaaa. . .(Fajar sambil nganggukin kepalanya)"
hihihi ya jelas Fajar mau. . .malahan itu kesempatan buat dia.  dan sejak saat itu, dia nawarin buat anter jemput, mulai  ikut basket, nemenin aku, nyamperin aku ke kelas, minta belajar bareng, wah asyik banget deh pokonya! beda banget sama Fajar si Jambul dulu. daaaaannnnn PA! aku jatuh cinta kepadanya untuk ke-2 kalinya. Aaaaaaaaaa. . . .

Kamis, 15 Mei 2009,saat menunggu jam extra basket, seperti biasa Fajar menemaniku. kita lagi main catur. hm. . .aku sangat ingat panjang kukunya dan senyumannya yang mengalahkan permainan caturku. tiba-tiba kita saling berpandangan, senyum-senyum kayak orang gila, dan dia nyatakan niat untuk menjalin hubungan sekali lagi yang serius. berhubung aku juga lagi berbunga-bunga sama Fajar yang baru, dengan senang hati, I said, I LOVE YOU TOO! hahahahah


bersambung. . .

Takdir, Siapa Yang Tahu: Merasa Terhina

nasib percintaanku makin buruk saja. hilang satu, dapat yang aneh, hilang yang aneh, dapet yang payah, haiyah! rupa-rupanya pacaran sama Parmin nggak ada enak-enaknya. nggak bisa jujur apa adanya, nggak konyol, dan nggak menghibur banget! sifat kami berbeda 180 derajat. hanya satu yang bisa dinikmatin, sopir pribadi gue jehhhhh HAHAHAHAH. yup! aku yang dulu memang paling anti pacaran sama anak yang nggak ada manfaatnya. aku sudah sadar betul kalau pacaran di usia kecil itu banyak ruginya, makanya aku tetap pacaran supaya aku punya ojek pribadi, pemasok uang saku, atau mendapat aliran pulsa tanpa harus ngerogoh kocek.hihihi :P tapi bukan berarti aku nggak pakai hati ya. . .semua hubungan aku jalani pakai hati, tapi otak yang harus mengambil alih. hayo. . .wanna try? :)

Menjalin pacaran sama Ngowos berlangsung sampai ke kelas XI. yah. . .kita jadian memang masa-masa kenaikan kelas.hehehe. . .and actually, Parmin satu kelas sama Fajar. lagi-lagi, kelas kami bersebelahan. punya pacar kayak Parmin bikin gue murka. dia itu nggak pinter! males pacaran sama cowok nggak pinter. karena saking stupidnya, dia minta jaarin sama teman sekelas yang jelas-jelas cewek itu suka sama dia. kalau dia pinter, pasti dia minta ajarin ceweknya sendiri yang notabene selalu mendapat juara di kelas.wkwkkwkw mulai deh sombongnya! dan itu bikin aku malu pake banget pol-polan. masih belum tahu ya seJAIM apa eukeh?! sejak itu, aku nggak pernah balesin SMS dia. nggak pernah peduli ada dia, meski dia menyapa sekalipun. sampai 2 bulan berlangsung tanpa komunikasi yang sehat. 

bingung, dari mana dia dapat pencerahan untuk menyerahkan diriku ke Fajar yang jelas-jelas Fajar memang masih mengharapkanku dengan sejuta janji yang akan membahagiakan. denger itu, makin membuat aku muales sama Parmin. tapi aku juga masih muak sama Fajar. I let everything flows. then one day impian buruk menghadapku. aku merasa bersalah telah mengacuhkan Ngowos tanpa dia tahu kenapa aku begitu. tapi pada kenyataannya,"loh, Yesi masih anggap aku pacar? aku kira Yesi udah nggak peduli sama aku."
memangnya ada kata putus ya? kan gak ada? itu berarti kita masih berhubungan.
maafin aku Yesi, Yesi udah gantungin aku selama itu. aku udah jadian sama Bunga (adik kelas). udah dapat 5 hari.
kamu sayang sama Bunga?
Aku nggak tahu aku sayang apa enggak sama dia saat ini. yang jelas aku udah jadian sama dia dan aku mau mencoba.

duar! duar! duar! petasan tiba-tiba meledak di telingaku. nggak pernah aku bayangin dalam hidupku sebelumnya kalau aku akan diselingkuhin apalagi sama cowok yang level ketampanan dan kepinteran paling rendah dibandingkan semua cowok yang pernah ada dalam kehidupanku. merasa terhina! benar-benar merasa diinjak-injak harga diri ini! nangis darah aku cakkkkk. . . .malu! malu! aku malu!


bersambung. . .


Takdir, Siapa Yang Tahu: Rambut Helm Mambawa Malapetaka

Pacaran sama cowok aneh akan menghasilkan hubungan yang aneh. itu pasti! menjalin hubungan dengan fajar sudah berkali-kali putus nyambung selama 3 bulan. dia yang super aneh dengan aku yang super jaim sama sekali nggak balance kalau nggak ada salah satu yang ngalah. alhasil, pada bulan ke-3, lelahku sudah di ujung dunia dan samudera.

aku nggak tahu apa yang ada di dalam otaknya, apakah mie, apakah kol dengan wortel, atau mungkin selai keju. coba bayangin, kita sekolah di SMA Negeri dan masih menginjak kelas X pula. masih sangat dini untuk banyak tingkah. tapi dia sudah membiarka rambutnya tumbuh seperti helm. sama sekali nggak matching apalagi dipadu padankan dengan badannya yang masih seperti wayang. panjang banget bok. . .tebal pula. . cekidot!


wah . . . .gila. . . .cowokmu ganteng banget BO?! jangan sampai ada pertanyaan seperti itu, plis! hahahahah. . .udah bisa bayangin kan anak SMA punya model rambut kayak gitu? asal kalian tahu ya, hatiku udah gatel buanget pingin jambakin. yang paling bikin aku kesel sangat sama dia, gue suruh potong rapi tuh rambut malah jawabnya ,"biarin, rambutku urusanku." hellow????? api dari neraka jahanam langsung naik ke ubun-ubunku. benci, BETE, muak, Kesel sama dia! no more pacar-pacaran! LOE GUE END!

sepertinya pengaruh api neraka masih menempel di pikiranku. bikin nggak konsentrasi saking sebelnya. alhasil aku jatuh dengan sendirinya bersama motorku persis seperti pembalap motor kepeleset pisang di tengah jalan.

apes banget kan guehhhhhhh! fiuh! kejadian itu malah deketin aku dengan cowok (sebut saja Ngowos) yang pernah aku tolak demi memilih Fajar. jadi keinget juga waktu aku lagi pacaran sama fajar sepulang sekolah, si ngowos juga ikutan pingin ngomong. pada dasarnya fajar ni ikhlas banget ya. . ceweknya diajak cowok lain ngobrol pun diijinkan. itu mah ikhlas apa gak doyan gue! huh! kayak jablay banget aku. 5 menit ke kanana ngadep Fajar, 5 menit ke kiri ngadep Ngowos, begitu seterusnya. okeh, kita skip saja cerita yang ini. in short, si Ngowos nolong aku dan nganterin pulang. terus Fajar kemana? dia pulang lewat jalan beda arah ma gue. -_-

since at the accident, itu sih Ngowos manffaatin banget waktu buat ngerebut hati gue. dari nawarin anter jemput, main ke rumah, ngasih perhatian, bawain coklat, bawain boneka, yang bisa ngalahin perhatian Fajar ke aku. akhirnya, 3 hari selanjutnya, aku fix jadian sama si Ngowos.


bersambung. . .

Monday, March 23, 2015

Takdir, Siapa yang Tahu: Putus dan Jadian di Hari Valentine

setiap para darah muda biasanya selalu menyambut hari valentine dengan wajah ditumbuhi penuh bunga. tapi aku? pagi-pagi malah udah mewek saja. sampai di sekolah juga dengan wajah penuh ingus di pipi. yang lain pada cinta-cintaan sama pacar, akunya malh putus sama pacar pagi-pagi banget di hari yang katanya penuh kasih sayang ini.

di perjalanan aku menuju  ruang kelas pojok sendiri, kelas X-1, tiba-tiba aku dikagetkan dengan penampakan kepala di jendela. terus tangannya juga ikut keluar. ternyata itu fajar yang lagi melambai-lambaikan tangan manggil-manggil namaku. iya..fajar itu anak kelas sebelah. aku selalu melewati kelasnya sebelum masuk ke kelasku. karena dia anak kelas X-2. si hitam manis yang aneh itu dan selalu aneh tiba-tiba nyeletuk ,"maaf ya...aku udah siapin coklat silverqueen 2 batang bungkus buat kamu tapi diambil teman-teman." tuh kan aneh? masak iya sih seperti itu? atau jangan-jangan dia cuma pura-pura ajah ngomong gitu biar aku gak ngambek karena nggak dikasih apa-apa. ngambek? emang gue siapanya coba -_-. but buat Kebo...cowok yang cuma masih ngedeketinpun WAJIB ngasih kado valentine kalau mau dapet secuil perhatian dari Kebo.wkwkwwkwk
kalau nggak, sono..............jauh-jauh!hihihihiihi

***

duh..senengnya denger bel pulang sekolah. dengan bergegas tancap kaki, tiba-tiba lagi, dicegat sama si Fajar. ternyata dia ngajakin ngobrol. setelah ngobrol panjang lebar tinggi dalam...aku cerita kalau aku barusan putus. eh wajah liciknya mulai nampak tuh.
SUMPAH?
iya sumpah tadi pagi putusnya pas ketemuan seperti biasa.
aku nggak percaya.
yaudah gak usah percaya!
kamu mau nggak terima aku jadi pacar kamu?
gak usah lah...aku tuh orangnya cemburuan banget...ribet kamu ntar malah.
eh tuh cowok emang jago banget loh ngeluluhin hati gue yang aneh juga ini. dia langsung tarik tangan dan genggam sambil berkata "please....percaya sama aku!"
oke deh. . .kita pacaran mulai sekarang.
hahahahhahahah gila ya. . . . . .masa ABG gue sumpah nyebelin banget. . . .kayak batik! kebanyakan pola men! HAHAHAHA


bersambung. . .

Wednesday, March 18, 2015

Takdir, Siapa yang Tahu: Tangisan di hari Valentine

Membaca, mendengar, melihat kata 14 Februari, sudah barang tentu semua orang tahu bahwa hari itu adalah hari yang special buat sebagian orang, hari kasih sayang, hari valentine. kebanyakan para jiwa muda terjangkit penyakit demam hari valentine, termasuk aku. kami sangat mengagungkan perayaan hari valentine dimana hari ini adalah hari untuk membuktikan cinta dan kasih sayang. biasanya, kita merayakan dengan cara bertukar hadiah (ini yang sehat). tapi tidak sedikit pula yang terjerumus  dalam lembah kemaksiatan. Alhamdulillah aku tidak. . .

Tepat pada tanggal 14 Februari 2008, aku ketemuan sama pacarku seperti biasa di Pos. tapi kali ini agak beda. karena pagi ini aku berniat untuk balas dendam sama dia. secara kemarin dia ngamuk karena aku datang agak terlambat gara-gara nunggu sarapan. huuft! apalagi, aku nggak akan nerima kado valentine T_T  huhuhuh. . . kali ini aku benar-benar berniat busuk. aku sengaja datang sangat awal sekitar pukul 06.00 pagi. nggak aku peduliin gimana nasib perutku yang gak kemasukan sesuap makananpun, yang penting aku bisa melampiaskan ngamukku ke dia. HA HA HA HA HA

Sepertinya waktu berpihak kepadaku. dengan senang hati aku berharap dia datang terlambat. and finally it happened! hihihihi mataku udah mulai mengobarkan api, hidungku kembang kempis rebutan oksigen sama bangunan-bangunan sekitar Pos, mulutku udah komat-kamit seakan mensyukuri keterlambatannya karena membuatku memiliki senjata ampuh untuk membalaskan sakitnya bokongku hatiku. dari jauh nampak betapa cengengesanya dia. ba bu ba bu ba bu!

Cowok: Maaf ya...aku terlambat. selamat hari valentine, Sayang. . . (sambil nyodorin setangkai bunga merah wuangiiiiiiiiiii)
Aku: maaf ya. . . .mulai sekarang kita temenan saja. (bunga ngak cukup bagi gue wkwkwkwkwk -_- edan!)

Si dia melotot keheranan. nampak air mata yang mulai menggenang di mata. tak ada kedipan sedikit pun.
Cowok: kamu serius?
Aku: iya...aku serius. lebih baik kita temenan saja. kita udah mulai enggak cocok.
Cowok: (crying. . .) aku nggak bisa percaya ini. kenapa?
Aku: sudahlah. . . maafin aku. . .
Cowok: aku nggak tahu gimana caranya kuat. tapi terimakasih karena telah mengajari aku arti cinta.

Buju busyyeeeettttt ternyata aku juga seperti nggak sanggup pergi dari dia. tapi aku tidak mau berubah arah gitu saja apalagi mengingat hubungan kita yang tidak semulus dulu. aku pamitan bertampang tegar dan baik-baik saja di depan matanya yang sudah berlinang air mata. dan kenyataannya. . . gue nangis sejadi-jadinya sepanjang jalan mbooooooooooookkkkkkkkkkk. . .sesak banget di hati rasanya. hhhhhuuuuuaaaaaa. . . . . . . . .  



bersambung. . .