Friday, December 29, 2017

PENGALAMAN BALIK NAMA BPKB dan BAYAR PAJAK STNK YANG NUNGGAK tapi PEMILIK SEBELUMNYA SUDAH MENINGGAL

Mau bayar Pajak motor telat 2 tahun dan balik nama sedangkan nama yang tertera di BPKB sudah meninggal, gimana dong ngurusnya?

Masalah yang sama yang dihadapi adik saya kemarin. Ceritanya adik gantiin motor suami pembelian dari bapaknya. Beberapa bulan yang lalu Bapak mertua meninggal dunia. Menurut yang kami baca, syarat untuk bayar pajak yang nunggak apalagi balik nama harus pakai KTP. Sedangkan KTP bapak mertua saya otomatis sudah tidak ada berganti surat kematian. 

Saat sudah di Samsat Krian, kita pergi membeli berkas terlebih dahulu beserta copy persyaratan yang ada seperti:
- BPKB asli
- Kwitansi asli pembelian motor. Kalau tidak ada maka harus beli kuitansi di samsat seharga Rp 20.000
- STNK asli
- KTP asli pemilik saat ini (adik saya)
- Tukang photo copy di dalam samsat sudah paham betul persyaratannya dan berapa jumlah copyan yang dibutuhkan, ALHAMDULILLAH ternyata TIDAK WAJIB KTP Bapak yang telah meninggal.
Menurut saya mungkin karena akan di pindah nama kan dahulu sehingga pajak sesuai nama pemilik yang baru dimana harus menggunakan KTP asli pemilik.

1. Semua berkas ASLI dan COPY dijepret dalam satu map yang kemudian kita harus ke bagian pendaftaran dan pengisian formulir. ilustrasi sbb:
2. Ke Loket bagian cek fisik tepat di belakang ruang pendaftaran. Disitu akan diberikan formulir untuk cek fisik yang aka dilengkapi oleh petugas yang mengecek fisik motor anda. Setelah dilakukan cek fisik, serahkan kembali berkas ke loket untuk divalidasi
3. Menuju ke Gudang Arsip. Berseberangan dengan loket cek fisik. kelihatan  jelas kok tulisannya :)
4. ke Loket Mutasi. Agak jauh ya ini tempatnya. Maaf ndak bisa menggambarkan atau menampilkan fotonya. Petugas akan selalu mengarahkan kita.
5. Loket Pembayaran STNK. Disini untuk mengurus biaya pajak yang nunggak dan biaya balik nama. 
6. Kembali ke loket Mutasi. dan disuruh kembali 4 bulan kemudian untuk mengambil BPKB dan STNK asli dengan nama Baru. Yeeyyy!

Apa yang kita bawa pulang? Copyan STNK legalisir beserta pajak yang sudah dibayar dan kwitansi pengambilan berkas baru.

Yes itulah informasi yang saya dapatkan waktu dampingi ngantar adik saya urus balik nama dan bayar pajak motor kemarin. Kenapa saya tidak dampingi? Jujur saya ribet ngikuti tingkah anak saya yang lagi aktif-aktifnya kesana kemari. Kurang lebihnya saya mohon maaf ya kawan..... Kamsia for visiting my blog :) SEMOGA BERMANFAAT.

Tuesday, October 3, 2017

PENGALAMAN MENANGANI INFEKSI SALURAN KENCING DAN KENCING BATU

Lemme take a deep  breath to tell about this. huuuffttt...Mmm..ceritanya tengah malam tiba2 suami merasa sakit di sekujur tubuhnya. Terutama di bagian pinggang dan perutnya dan..juga kedua kakinya. Yang saya lihat waktu itu saking sakitnya suami sampai bantingin barang2. Dia bingung harus apa. Karena jika ditidurkan atau didudukkan sakitnya menjadi lebih parah. Tapi berdiri pun tulang-tulang kakinya seperti mau patah.

Terlebih lagi, saat sakit melanda itu suamiku seperti sesak nafas tiba-tiba. Benar-benar nggak tega. Dengan mencoba membuat suami percaya, aku tuntun dia ke tempat tidur, aku bimbing berbaring. Dan sudah ketebak, sakitnya menjadi2. Nafasnya terengah2. Aku takut banget karena benar2 suamiku seperti hampir mau dicabut nyawanya. Tak bisa berkata apa2 selain menggeliat, mencoba bernafas dan membelalakkan matanya. Astaghfirullah...

Dengan doa yang terus terucap, tangan ini berusaha mengalihkan sakit yang dirasa suami dg melaburi tubuhnya dg minyak kayu putih dan memijat2 kakinya. Hingga pukul 03.00 dini hari, Alhamdulillah dia akhirnya bisa tidur setelah buang air kecil yang sangat derasssssss. FYI, suamiku beberapa hari sebelumnya di diagnosa infeksi saluran kencing. Tapi sayangnya, dia masih minum kurang air dan sempat menahan kencing hingga akhirnya kejadian di atas terjadi.

Selang beberapa hari, suatu malam kambuh lagi. Hal yang hampir sama terjadi. Namun tak separah sebelumnya karena dia sehari-hari mulai minum air 2-3 liter/hari dan mengkonsumsi obat anti nyeri dan antibiotik yang saya beli di apotek. Tapi tetep...gak bisa konsisten minum obat suamiku mah. Sebelum terlalu parah, aku udah antisipasi. Di awal sesak nafasx, aku buka jendela kamar lebar2 tepat di atas kepalanya, dan memijat-mijat kakinya hingga Alhamdulillah dia tertidur.

Keesokan harinya, suami minta dibeliin obat batugin beli di Apotek gak sampai Rp 30.000,. Dia yakin bahwa dia tidak mengalami ISK, melainkan batu ginjal. Tapi aku yakinin bahwa infeksi karena bakteripun sakitnya juga bisa sama seperti batu ginjal. Tapi dia kekeuh minta dibeliin batugin. Jadi disini terapi kita menggunakan batugin, obat pereda nyeri dan antibiotik yang aku beli di apotek. Selain itu, kami juga mencoba memakai herbal jamu temulawak murni tanpa gula dan ditambahi madu. Suami memang paling ogah ke dokter. Bahkan udah separah itu kambuhnya tetep aja tangan saya dipegang erat2 biar gak bawa dia ke IGD. Dia hanya minta ditemani. -_-"


Beberapa hari memang belum hilang sakitnya, tapi alhamduillah reda. Namuuunnnn...telat minum air atau nahan kencing sebentar saja, kambuh lagi sakitnya. Apalagi sampai kecapekan. Jadi suatu ketika suami mengeluh susah sekali kencingnya dan sakit saat keluar. Waktu itu kita lagi mengantar mamaku ke rumah sakit. Sampai di rumah suami mendapati bahwa dia telah kencing darah sedari tadi. Dilihat di diaper yang sudah dia pakai akhir2 ni biar tidak sampai nahan kencing lagi. Kambuh lah lagi sakitnya tengah malam.

Esok paginya, kencing suami sudah tidak berdarah lagi. legaaaaaa rasanya. Kira-kira pukul 09 pagi, suami mendatangi saya dan ngabari kalau batu kencingnya sudah keluar bersamaan dia kencing. awalnya beratttt katanya. tapi perasaan untuk kencing juga ebih berat lagi. meski sakit, dia tetap berusaha mengeluarkan air kencing hingga keluarlah batu kencing itu. duh! pantesan sakit luar biasa...batuya seperti karang! keras! tajam! Alhamdulillahnya sekarang suami bisa menjalani hari-hari tanpa rasa sakit lagi..

Because sharing is caring, mudah-mudahan postingan ini juga bermanfaat buat kalian. Aamiin.. semangat sembuh! semangat jaga kesehatan! caiyo!!


Saturday, April 22, 2017

BINTIK_BINTIK MERAH SETELAH DEMAM

Tempo hari, anak saya terjatuh dari baby walker menimpa tangga besi prosotan anak-anak. Dia nangis kejerrrr. Bahkan sampai muntah-muntah. Perasaan saya udah gak karu-karuan takut terjadi hal yang lebih buruk lagi pada anak saya.

Malam harinya, badannya panas tinggi. Tidur nggak bisa nyenyak. Nangis terus-terusan dan beberapa kali muntah. Pikiran saya melayang kemana-mana. Jangan-jangan anak saya patah tulang, atau barang kali gegar otak dan bla bla bla sambil nangis sesenggukan.

Sambil ikhtiar bawa ke tenaga medis dan tukang pijit, akhirnya panasnya turun. Kira-kira 5 hari. Tapi hati saya belum lega begitu saja. Karena  saya dihadapkan dengan kenyataan bahwa  muncul bintik-bintik merah hampir di seluruh tubuh anak saya, ke telapak tangan dan kakipun juga.


Awalnya  saya mengira demam berdarah. Panik dong! Tapi Alhamdulillah, ciri-cirinya tidak mengarah ke DBD. Karena bintik-bintik DBD akan tetap terlihat ketika ditekan. Sebaliknya, yang terjadi pada anak saya tidak begitu. Browsing sana-browsing sini, akhirnya saya menemukan ciri-ciri yang paling tepat dengan apa yang diderita anak saya waktu itu yaitu ROSEOLA INFANTUM. 

Nah pada roseola infantum, anak akan tetap aktif, tetap mau makan, minum ASI dan seperti sudah sehat. Dalam kasus ini para orang tua tidak usah bingung karena bintik-bintik ini akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. Ayah bunda hanya perlu fokus pada menurunkan panasnya saja. Bisa dengan kompres dan paracetamol. Anak saya sendiri sembuh roseola infantum kurang lebih pada hari ke-5 sejak munculnya bintik/ruam merah itu. Alhamdulillah..

Tuesday, February 21, 2017

CERPEN MISTERI: KEMATIAN SURYOTO

Sungguh tragis nasib Suryoto. Tuhan menjemput ajalnya dengan sangat mengerikan. Puluhan luka menganga di sekujur tubuhnya. Matanya dicongkel, telinganya putus, dada dan perutnya sobek. Organ tubuh beserta darah berceceran disekitar tubuh kakunya; jantung, paru-paru, ginjal, usus dan lain sebagainya. Organ demi organ yang berhamburan tak karuan itu kemudian dikumpulkan oleh warga. Semua lengkap kecuali hati dan alat kelaminnya. Entah dimana, tidak ada yang bisa menemukan. Mungkin sudah hancur menjadi darah bercampur dengan cuilan-cuilan organ lain atau dagingnya.
Penemuan mayat Suryoto berawal dari kecurigaan warga yang mencium aroma tidak sedap setiap kali melintasi rumah Suryoto. Makin hari makin menyengat. Hingga akhirnya warga memutuskan mendatangi rumah Suryoto untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Beberapa ketukan dan panggilan tidak dijawab. Mereka kemudian memutuskan untuk mendobrak pintunya. Belum sempat pintu itu didobrak, dengan tidak sengaja salah seorang warga menekan engsel pintu dan akhirnya pintu terbuka. Ya, nyatanya pintu itu tidak dikunci. Mereka lantas memasuki rumah, mengikuti arah bau busuk itu. Perasaan mereka semakin was-was mengetahui lalat beterbangan dan berkumpul di satu titik lokasi, kamar Suryoto. Warga dibuat terkejut bukan main dengan adanya sesosok tubuh dengan luka mengerikan itu, mayat Suryoto. Semakin Terkejut pula tepat di samping mayat Suryoto, istrinya terbaring beralaskan tikar dalam keadaan hidup dan utuh.
***
Suryoto dikenal sebagai orang yang tidak suka bergaul. Dia jarang sekali berkumpul dengan warga lain. Karakter dinginnya membuat dia berbicara seperlunya saja, itupun jika ditanya, kecuali dengan Mbok Nah, penjual sembako langganannya, mereka kerap kali berbincang. Maklum saja, semenjak istrinya sakit, memang dia yang mengerjakan segala pekerjaan rumah tangga, termasuk berbelanja untuk memenuhi urusan dapur. Suryoto juga dikenal sebagai orang yang sangat tempramen. Dipenjara 3 kali dengan kasus yang sama, penganiayaan. Satu kasus diantaranya, korban meninggal dunia. Sikap tempramen itu pula yang mengakibatkan kondisi Surti, istrinya, tidak kalah mengenaskan. Sejak 3 bulan yang lalu, Surti hanya bisa berbaring di atas tikar di samping ranjang Suryoto. Seluruh anggota tubuhnya lumpuh. Mulutnya tidak bisa berbicara, matanya hanya bisa berkedip-kedip dengan tatapan kosong. Wanita malang itu tidak bisa lagi berinteraksi, benar-benar tidak bisa berinteraksi, meski hanya untuk mendengar atau sekedar merespon pertanyaan dengan menganggukan atau menggelengkan kepala. Bisa dikatakan, dia sebenarnya sudah mati. Hanya saja rohnya masih tersangkut di tubuh yang mati jiwa itu. Mungkin karena itulah, Suryoto tidak menempatkan Surti di atas ranjang bersamanya.
Entah apa penyebab kemarahan Suryoto kepada Surti yang telah dinikahi 7 tahun silam itu. Bahkan kepada Mbok Nah pun dia tidak bercerita. Yang jelas, Suryoto menganiaya istrinya dengan berbagai benda seperti kemoceng, sapu bahkan kursi. Dia juga menendang dan menginjak-injak Surti dengan kaki besarnya, juga membenturkan kepala Surti hingga mengalir cairan merah segar dari hidung, mulut dan kepalanya. Luka tergores di sekujur tubuhnya. Namun yang paling parah yaitu luka di hatinya hingga membuat dia kehilangan jiwa, bernyawa tapi tak hidup. Mereka hidup hanya berdua, tidak ada anak ataupun sanak keluarga. Lokasi rumah yang jauh dari tetangga pula mengakibatkan tak ada satupun orang yang ada untuk meredam pertikaian mereka hingga beberapa warga datang karena tidak sengaja melintas.
Semenjak tindakan penganiayaan itu, rupanya Suryoto semakin lepas kendali. Kerap kali, dia membawa masuk wanita asing dengan pakaian yang jauh dari kata santun ke dalam rumahnya. Bukan wanita yang sama, melainkan wajah yang berbeda-beda. Kenyataannya, Suryoto mengiyakan kejadian itu kepada mbok Nah. Tambahnya, dia tidak segan-segan bermesraan dan bercinta dengan wanita-wanita itu di atas ranjang disamping istrinya yang lumpuh raga dan jiwanya. Tidak ada rasa malu, tidak ada rasa iba. Baginya, istrinya sudah tidak berguna, tidak ada, sudah mati. Meski menganggap demikian, Suryoto tetap memberi makan kepada Surti dengan cara menyuapinya. Karena itu, Surti masih hidup hingga sekarang.
***
Siapa yang bisa disalahkan atas kematian Suryoto? Siapa yang membunuhnya? Surti? Ah! mustahil jika dia pelakunya. Lalu, mungkinkah wanita-wanita yang berkencan dengannya? Tapi yang mana? Lagipula tidak ada saksi selain Surti. Apa yang bisa didapat darinya? Meski matanya berfungsi tapi toh percuma, Surti tidak mengerti apa-apa dan tidak akan bisa menjawab apa-apa. Ah, sudahlah, ini sudah menjadi nasib Suryoto. Tuhan sedang memberlakukan karmanya.
***
Suatu malam seorang warga dibuat kaget setengah mati ketika melintasi rumah Suryoto. Dia mendengar suara seorang wanita dari dalam rumah itu. Dia bimbang antara takut dan senang. Takut karena yang dia tahu, hanya ada satu penghuni di rumah itu, Surti, yang notabene tidak bisa berbicara. Senang karena mungkin saja Surti sudah mulai bisa mengeluarkan suara. Rasa penasaran menuntunnya untuk melihat siapa wanita itu.  Dengan langkah hati-hati, dia menuju satu-satunya ruangan yang lampunya menyala. Dia mencoba mengintip dari bilik jendela ruangan itu yang ternyata adalah kamar Suryoto. Terkejutnya dia melihat seorang wanita dengan dandanan begitu cantik dan menawan berbalut kebaya merah merona senada dengan warna lipstiknya. Wanita itu tersenyum-senyum sendiri di depan cermin. Tangan kanan dan kirinya nampak menggenggam sesuatu. Warga itu hanya bisa terbelalak dan mencoba mengingat-ingat wajah yang seperti pernah dia kenal itu. Tubuhnya bergetar tak karuan ketika wanita itu mulai bersuara kembali.
            “Kang Mas, hati ini yang menyatukan kita dalam cinta (nada sangat lembut), tapi kelamin ini yang telah merusak kebahagiaan kita! (nada sangat keras)”
“Surti!” Teriak warga itu masih dalam kebingungannya.


Saturday, September 24, 2016

REVIEW: EFEK CREAM KALIMANTAN

 
gue benciiiiiikkkkk banget sama yang namanya cream Kalimantan. Karena dia udah ngebuat muka gue yang imut ala-ala marmut ini jadi kayak bencong prapatan!

tadinya gue yakin kalau cream Kalimantan bisa ngebuat muka gue makin kinclong, putih, mulus, bersih dan kawan-kawan. Secara gue browsing sana browsing sini nggak ada tuh yang review efek negatif cream Kalimantan. Temen gue beberapa juga pake itu cream jadinya makin cantik. Belum lagi iklannya di facebook, di instagram, di web, gembar-gembor kalau cream Kalimantan sudah ada nomor BPOM nya. But as you know, gue udah mentelengin bolak-balik produk itu nggak ada sama sekali nomor BPOMnya, gue juga udah coba cek di web resmi BPOM, cream Kalimantan juga belum ada daftarnya. Penipuan macam apa coba??

Selain itu, yang paling bikin greget, katanya Cream Kalimantan terbuat dari bahan-bahan herbal yang aman dari Kalimantan. okay, kalau dari bahan Herbal kenapa di komposisinya nggak disebutin bahan herbalnya malah bahan kimia semua? dan waktu gue aplikasiin sendiri ke muka, gue makin yakin kalau itu bukan bahan herbal!! lets start dari Sabunnya dulu. Sabun produk ini berbentuk cair. Tapi punya warna dan bau persiiisssssss banget sama sabun papaya batangan. 100% gue yakin keduanya dari bahan yang sama hanya bentuknya aja yang beda.

Setelah cuci muka, we are suggested to apply the Toner. Disini keyakinan gue kalau cream Kalimantan merupakan produk kosmetik yang keras naik jadi 1000%!!!! baunya sangat sangat sangat sangat sangat menyengaaaaaaatttttttt. Saking menyengatnya gue nggak bisa nafas saat ngaplikasiin ini toner ke muka. bener-bener jauh dari kata herbal. bagi gue baunya seperti air raksa. Karena kalau lo mau maksain bernafas, hidung lo pasti kerasa sakit, as my experience loh ya.

Lanjut beberapa saat baunya dah ilang, gue pake ceam malamnya. Kesan pertama gue sama cream malamnya syukaaaa banget. warna putih kerlap-kerlip kek gimanaaaa gitu. dan baunya wangiiiiiii buanget! gue templokin dah nih cream ke muka ama leher dengan senyam senyum dewek depan cermin dengan harapan besok bangun pagi muka gue makin syantiikk, suami gue terpesona, nyiumiin gue dll deh bayangan gue. and then tidoorrrrr.

Jam 04.00 subuh gue bangun karna ngerasa gatel-gatel di muka ama leher. Gue ngira itu pasti efek dari cream Kalimantan. Takut lebih parah, gue langsung beranjak dan lari ke kamar mandi buat nyuci muka and leher pake air doank. Berasa dah merata nyucinya gue lanjut sholat trus tidur lagi hehehehe. Jam 05.30 gue bangun, gue ngerasa leher gue tuebeeeellllll buangetttt kayak kulit badak.


gambaran tebelnya kayak habis disengat lebah tapi ini merata! nggak bentol-bentol bulat doank. meraaatttaaaaa!!!! gatal-gatal? jelas!!! muka gue sih masih terlihat normal, kecuali ke dua kelopak mata yang benjol. tapi baik muka dan leher berwarna merah kayak terbakar. panas? enggak!

FYI guys, nggak cuma muka and leher gue yang merah gatal gitu, ternyata bahu, dan lengan kanan yang gue pake nyangga muka juga ikutan merah dan gatal. Astaghfirullah....gue nangis pek! takut kejadian yang lebih buruk! kanker lah apalah, yang pasti gue takut muka gue nggak bisa balik lagi dan gue malu dilihat orang2 dengan wajah kayak bencong prapatan. Karna makin siang, muka gue makin nunjukin perubahan yang bukan ke arah makin cantik tapi makin ancur! makin merah, makin gatal, makin gak berbentuk. bener-bener berasa jadi alien gue! T.T


Harapan gue tentang suami gue yang kesensem gue saat bangun tidur berbalik dengan ekspresi yang WOW banget! huaaaaa....malah bulan-bulanin gue secara dia warning banget gue nggak boleh pake cream-cream macam-macam except pake produk POND'S. gue maluuuu banget pemirsaaaaaa T.T

How to solve that? awalnya gue bingung banget sumpah. Karena kalau pake sabun2an apalah, gue takut bereaksi yang makin menjadi-jadi karna istilahnya kulit gue udah iritasi, firstly gue coba pake anti iritasi kulit punya anak gue dari Cusson and cuci muka pake oatmeal yang kebetulan ada di rumah. Bukannya tambah sembuh tapi tambah parah! gue baru ngeh setelah gue perhatiin ternyata kedua produk itu udah KEDALUWARSA! Huwaaaaaaaa begok banget luh yes! udah tahu barang itu ngendog di rumah sekian lama -_-"

Next treatment, gue cuma oles2in kulit gue yang iritasi itu pake mentimun. tiap habis mandi pagi, sore, and mau tidur. nggak pake apa-apa lagi. mandinya gue pakai sabun baby cair. gue pake punya Cusson. Alhamdulillah, 3 hari dah nunjukin kemajuan.

 
Gue terusin pemakaiannya sampai kira-kira 10 hari kulit gue kelihatan normal lagi, kecuali di lengan yang sampai sekarang gosong! gak papalah, yang penting muka dah cantik lagi.


Well guys, postingan gue ini bukan untuk jatuhin produk cream Kalimantan and ngejudge kalau cream Kalimantan itu buruk. Ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi gue yang nyata tanpa gue kurangin juga tanpa gue tambahin. Perhaps, type kulit gue aja yang nggak bisa nerima produk macem2 yang agak keras, secara seumur hidup gue, gue lebih sering pakai produk bayik. Kalaupun buat wajah, meski gonta-ganti, gue pakainya yang udah ada di iklan aja kayak POND'S, Wardah, Clean and Clear, Garnier, itupun cuma sabun mukanya doank, dan tetep aman-aman aja di kulit gue.

But Let's be smart! Kalau produk Kalimantan aman, kenapa nggk diiklanin di TV? Kenapa komposisinya nggak dijelasin bahan herbalnya? Kenapa no BPOMnya kenyataannya nggak ada dan nggak dicantumin di produknya? dan kenapa-kenapa lainnya. Gue sih sebenere ngiri juga ya, temen-temen gue yang pakai produk ini cantik-cantik aja tuh? mungkin efek pertama nggak enak-nggak enaknya diterusin kali ya? tapi bagi gue, kalau awal aja udh nggak baik di muka meski kalau diterusin bisa kelihatan cantik, itu tetep aja nggak baik. terlebih untuk jangka panjang ke depannya. That's all my review about cream Kalimantan. Semoga bermanfaat. Keputusan ada di tangan anda :)
See you next post ya guys! Emmuah!