Friday, November 20, 2015

Dapat Surat Tilang Biru, Harus Bagaimana?

Tempo hari, sepulang dari Surabaya, suami hendak nyobain lewat jalan tol yang nggak pernah kami lewati sebelumnya. Dengan bekal bismillah, semoga kami bisa sampai di Rumah. Tiba-tiba kami dicegat oleh seorang polisi yang udah nangkring di pinggir jalan mau masuk tol. Bla..bla..bla.. Kami disuruh nunjukin kelengkapan surat dalam berkendara, dan pastinya lengkap donk. Kemudian Pak Polisinya bilang kalau suami saya telah melanggar lalu lintas dimana seharusnya harus ambil lajur kiri untuk masuk tol. Ya memang sih, suami ambil lajur kanan, tapi sebenarnya masih dalam wilayah tol kok, dan banyakkkkkk banget kendaraan yang mengambil lajur kanan tapi enggak di stopin. saat ditanya kenapa yang lain enggak diberhentiin, Polisinya diem ajah. hm...mungkin lagi apes kita kali ya.

Berhubung kami baru pertama kalinya lewat situ, dan memang enggak ngerti JIKA harus ada aturan rambu seperti itu ya kita amini aja tuh kata polisi. Efek syok juga. Eng..ing..eng...Dia nawarin pakai cara damai di tempat atau tilang. Dengan tegas kami jawab TILANG saja. Dalem hati bilang, hm...sepertinya Polisi ini kehabisan uang jajan. Males banget kalau harus kasih jajan makhluk korup berseragam seperti mereka. Mending ribet, tapi duit larinya barokah.

Sret sret sret, disodorkan surat tilang merah untuk kami. berhubung saya pernah membaca artikel di facebook bahwa slip tilang merah untuk pelanggar yang tidak mau mengakui kesalahannya dan harus mengikuti sidang berdasarkan tanggal yang telah ditentukan, sedangkan slip biru adalah untuk pelanggar yang mengakui kesalahan dan boleh langsung membayar denda melalui BRI untuk ditranferkan ke rekening negara, setelah itu bisa langsung mengambil kembali SIM/STNK yang disita Petugas tanpa harus menunggu waktu lama dan mengorbankan waktu buat ngantri di persidangan tilang, akhirnya kami minta slip tilang biru.

Terjadilah perdebatan disitu. Polisi itu seakan membujuk kami untuk ambil slip merah saja. Dia bilang, kalau slip biru harus bayar denda maksimal yaitu 500.000 rupiah karena telah melanggar rambu lalu lintas pasal 278 ayat 1. sedangkan slip merah bisa jauh lebih murah karena besar denda berdasarkan keputusan hakim di persidangan yang berkisar enggak sampai 100.000. sampai disini kita dibuat makin bingung. Mengakui kesalahan kok malah dendanya lebih banyak? Gimana sih hukum sebenarnya di Negara ini?

Baik, Pak. Slip biru saja. disini ATM terdekat dimana ya, Pak? biar bisa langsung selesai.
Maaf, Pak. Ini sudah sore. sudah waktunya saya pulang. Senin saja silahkan Bapak ke BRI lalu ambil SIMnya di Colombo, Perak.
Wiiihh..apa nggak kurang jauh? kalau tetep diputer-puterin gini sih mending slip merah saja. Tapi suami saya tetep keukeh minta slip biru padahal dia sendiri juga enggak punya waktu buat wira-wiri.

Sampai di rumah, saya browsing-browsing dan menemukan artikel bahwa besar denda maksimal yang kita bayarkan di BRI itu sebenarnya hanya merupakan TITIPAN yang nantinya kita bisa ambil kembaliannya setelah Hakim memutuskan besar denda di hari persidangan. Tapi prosesnya ribet. kurang lebih seperti ini.
  • Tranfer denda melaui BRI, dapat kwitansi pembayaran
  • Ambil SIM/STNK yang disita ke Colombo dengan menunjukkan copy-an surat tilang dan kwitansi pembayaran denda dari BRI. SIM kita terima. sampai disini sebenarnya sudah selesai kalau kalian memang mau ikhlas sumbangin 500.000 rupiah ke negara. tapi bagi yang masih merasa sayang buang uang segitu besarnya dengan percuma, langsung go to the next steps.
  • Datang di persidangan pada tanggal yang tertera di surat tilang. Tunjukan surat tilang dan kwitansi dari BRI, Hakim memutuskan besarnya denda, yang kemudian kita disuruh untuk ke Kejaksaan Negeri untuk mengambil kwitansi dan semacam surat pengantar ke BRI untuk mengambil kembalian uang yang sudah kita bayarkan.
  • Selesai. Nah loh... makin ribet gini dari pada slip tilang merah yang cuma harus ngantri di persidangan dan bayar denda disitu.

Next days, Suami nggak punya waktu meski untuk sekedar ke BRI. Alhasil, aku yang ke Bank tapi H-1 sebelum tanggal sidang. Kenyataanya, ketika di BRI, Petugas BRI tidak bisa membantu dengan alasan karena wilayah penilangan ada di Surabaya, sedangkan kita berada di Sidoarjo. Beliau menambahkan, pernah ada kejadian seperti ini namun hakim tidak mau menerima kwitansi bukti pembayarannya. Akhirnya harus bayar lagi di wilayah penilangan. Agak nggak masuk akal sih...tapi yaudahlah mungkin emang seperti itu atau emang enggak mau diribetin.

Nah, keesokan harinya adalah jadwal sidang tilang kita. Tapi kita belum bayar dendanya di BRI. dan ternyata....suami juga nggak bisa menghadiri persidangan karena harus melakuakan pembagian rapor sekolah. Disini saya sudah sangat khawatir, maklum, nggak punya ilmu hukum. hahahaha... yang bisa saya lakukan hanya browsing-browsing di internet dan akhirnya menemukan blog yang menjelaskan bahwa:
  1. Sejak hari pertama ditilang sampai H-1 persidangan, SIM/STNK dan berkas berada di Satlantas Polrestabes Surabaya di Jl. Satlantas, Perak Timur, Pabean Cantikan.
  2. Hari H atau tepat tanggal sidang, SIM/STNk dan berkas penilangan berada di pengadilan Negeri Surabaya di Jl. Raya Arjuno No. 16-18, Sawahan
  3. Apabila sampai hari H, pelanggar tidak punya waktu untuk menyelesaikan tilang, pelanggar bisa menyelesaikannya di Kejaksaan Negeri Surabaya karena SIM/STNK dan berkas sudah pindah kesini yaitu di Jl. Sukomanunggal Jaya No. 1, Suko Manunggal. Namun dendanya akan lebih besar daripada diselesaikan di pengadilan.
  4. Tilang dikembalikan ke Satlantas Polrestabes lengkap dengan barang bukti atau uang titipan denda dari pelanggar. 

Apa penjelasan di atas juga berlaku untuk slip biru? Here is the result. H+3 persidangan, kami baru memiliki waktu untuk mengurus penyelesaian tilang. Disini mah kita aji mumpung aja. Itung-itung coba-coba. Kita langsung berangkat ke Kejaksaan Negeri Surabaya. Ada berkas kita ya syukur, disuruh proses melalui BRI dulu juga enggak apa-apa. And you know what? Sampai disana kita langsung ke bagian penilangan. 


Kita sodorin surat tilangnya. Lalu, petugas menyebutkan nominal Rp 91.000 rupiah. kita bayar, SIM dikembalikan dan selesai! semurah itu? segampang itu? iya! dapet kwitansi nggak? Harusnya sih ada! tapi kita sudah sangat bersyukur sih dengan kenyataan yang ternyata jauh lebih mudah daripada yang dibayangin ya kita langsung meluncur aja. hahaha... tapi mendingan teman-teman juga minta kwitansinya! daripada membuka peluang korup lagi kan?

Well, buat teman-teman yang mungkin saat ini lagi bingung seperti yang pernah saya rasakan gara-gara terlanjur minta slip biru, semoga tidak khawatir lagi ya...tapi jangan ngentengin juga. menjaga tata tertib lalu lintas jauh lebih baik! Mari bersama-sama belajar menjadi warga negara yang patuh hukum! Sekian...Terimakasih...Semoga bermanfaat!

Sunday, September 27, 2015

Taburlah Kebaikan, Kebaikan akan Menghampirimu

Niatnya sih nulisnya pas bulan puasa kemarin, eh..kesampaiannya setelah hari raya Idul Adha. -__-

Sebagai anak yang demen banget mondar-mandir di jalanan, gue sering banget berjumpa dengan orang-orang yang tiba-tiba harus nggendong motornya. ehm....nggak gendong juga sih, lebih tepatnya nuntun kali ya. saat itu juga, hati gue serasa keiris-iris men. alay banget! yah...ngerasa kasihan gitu. nggak peduli meski terkadang arah kami berlawanan, pasti gue sempetin buat nyamperin. kecuali....kalau udah jelas terlihat bannya habis kentut, nggak ada anginnya. kalau nggak gitu bannya habis sembelit sampai pecah tuh. gue nggak berani nyamperin karena gue yakin nggak bisa bantuin. kan kasian orangnya...udah disamperin tapi nggak dibantuin. dah kayak di PHPin pacar nggak sih.


Dan masalah yang paling sering itu kehausan bensin. Nah..ini ni yang baru bisa gue samperin. Kalau sudah jelas problemnya kehabisan bensin, gue minta tuh orang buat istirahat. pasti capek tuh habis nuntun motor, apalagi kalau habisnya di jalanan yang udah kayak nggak ada peradaban, nggak ada yang berdiri selain pepohonon, tetebuan atau nggak gitu pepadian. then, gue buru-buru beliin dia bensin eceran. Alhamdulillah...motornya punya tenaga lagi buat nggendong para majikannya. dan yang paling Alhamdulillah lagi, gue punya suami yang berjiwa pengasih juga. jadi kita bisa bersama-sama mengulurkan tangan. wuuuttttt.....wuuuutttttt.....

***

Hari ini masih di bulan puasa. Tapi gue lupa puasa ke berapa. Yang jelas, saat ini hampir pukul 03.00 dini hari, waktunya sahur. Gue dan suami dah berencana buat sahur di rumah orang tua gue dan gue udah contact mereka supaya nggak masak karena bakal aku bawain makan sahurnya. Sayangnya motor gue ternyata bannya bocor. Kan nggak mungkin dibatalin juga, secara waktunya dah mepet banget kalau Mama harus masak, kelangsungan hidup mereka di tangan gue sekarang. Akhirnya pake motor suami gue yang udah beralih fungsi dipakai sama adik ipar gue. kebiasaan adik ipar gue ini kadang nyebelin banget juga. Dia hanya pakai tuh motor kalau bensinnya ada. kalau habis? yah di geletakin. seringnya sih seperti itu. Dan ternyata kenyataan buruk itu terjadi padaku.

belum genap setengah perjalanan, motornya terbatuk-batuk, tersedak-sedak, dan berhenti. jelas! bensinnya habis. suami gue tuntun tuh motor. gue ngikutin dari belakang bawain bekal sahur buat keluarga. tuntun terus...tuntun terus..jauuuuhhhhh...sampai nih kaki serasa gempor juga kagak ada yang jual bensin. hampir kagak ada orang lewat juga. Akhirnya kita putusin buat istirahat. and tiba-tiba 2 remaja laki-laki berboncengan nyamperin kita. setelah bla bla bla bla...mereka nawarin bantuan ke kita buat cari penjual bensin dengan cara kita tetep naik motor dan didorong mereka dari belakang. jauuuuuhhhhhhhhhhh lagi tetep nggak bisa nemuin penjual bensin. akhirnya kita minta berhenti dan gue mutusin hubungin orang rumah supaya mama sama adik gue nyamperin kita bawa bensin, secara tetangga kita kan jualan bensin. akhirnya mereka para penolong kita pamitan dan nggak lupa kita bilang matur nuwun banget. 

Selang beberapa menit nungguin mama sama adik, tiba-tiba 2 remaja tadi kembali nyamperin ngebut banget dan sudah membawa sebotol bensin di tangannya. Subhanallah...Tuhan bener-bener ngirimin pertolongannya ke kita melalui mereka. bersyukurrrrrr banget. dan ajibnya lagi, mereka nggak mau dikasih imbalan. bukankah hukum alam selalu benar? jika kamu suka menabur kebaikan, maka kebaikan akan menghampirimu. jika kamu suka menolong, maka pertolongan akan selalu ada untukmu. ini hanya contoh kecil yang menunjukkan betapa besarnya ALLAH. nggak ada niatan pamer sama sekali, murniiiiii hanya ingin mengajak teman-teman mengambil hikmah dari semua kejadian. xie xie... ^_^

Thursday, August 13, 2015

Akhirnya, Aku Hamil!

I am speechless anyway. Don't know what to say except thanks to Allah, Alhamdulillahirabbilalamiin. Finally, setelah 7 bulan pernikahan kami, Allah inshaAllah mempercayakan kami the most beautiful anugerah dalam rahimku. it is so amazing!!! suenengggg bangettt. bersyukurrrr sekaliiiiiiiii. As u know, waiting for 7 months dalam harap-harap cemas itu kerasa lama  banget. 

In fact, aku udah telat 2 minggu loh mens nya, tapi baru berani melakukan PP test. Yaaa...U know lah... setelah 2 kali aku melakukan PP test and always ada satu strip saja, pegang PP test aja rasanya udah adem panas. Istilahnya, trauma gitcuuuu ahahahhah. belum lagi dag dig dug sueerrnya tiap tanggal mens/bulan berharap nggak mens tapi selalu aja kebobolan tuh darah. Parahnya, pernah telat sampe 3 hari ternyata M juga, padahal udah kePDan waktu itu. Secara...aku hampir nggak pernah telat mens meski satu hari sekalipun.

Sebenernya, sejak 3 hari telat itu suami udah yakin kalau aku hamil kali ini. apalagi seiring berjalannya waktu sampai detik tadi pagi aku sering mual dan mau muntah. Tapi aku minder bunda...ihihihi alhasil aku ubah mindsetku, masuk angin kali...kan tiap hari dingin banget saat tidur. meskipun sebenarnya juga ada perasaan, kayaknya aku hamil deh. Dan, tadi pagi saat PP test, hm....jantung ini serasa mau copot. 1...2...3...hah...kok cuma satu garis????....4....5....6...7...sampai hitungan ke 30, itu cairan merambat, merambat, terus merambat dan Tarraaaaa......dua garis muncul!

Subhanallah, langsung aku datengin suami dan cium kakinya sebagai tanda terima kasih. Iya donk....kalau bukan karena suami atas izin Allah, mana mungkin ini bisa terjadi. hehehehe. Bismillah....Semoga janin yang ada dalam rahimku ini bisa berkembang dengan sehat dan sempurna sampai lahiran nanti. Semoga Allah melindungi kami dan memberi kami keselamatan selalu. Amiin...
Udah dulu ya bunda...kita lanjut to the next post bun...kalau terlalu penuh dalam satu post kasian ntar, bunda bakal ngantuk and akhirnya nggak jadi baca ceritaku. Mohon doanya juga ya bunda...Semoga yang juga lagi hamil sekarang, selalu dalam lindungan Allah dan diberi keselamatan untuk Bunda dan calon debay-nya, untuk yang lagi berusaha, semoga Allah segera memberikan bunda karunia kehamilan itu. Amiin...Thanks ya bunda.... :) :)


Saturday, June 20, 2015

Bross Handmade

Hai ceman - cemaan.. masih puasa kah? harus lah iya.. btw, kalau lagi puasa,di hari liburan pula, kok bikin ngantuuukkkkk melulu, jobless, bingung mau ngapain. this is it what I feel. saking gak ada kerjaannya, setelah shalat subuh langsung tidur dan bangun lagi bisa sampai jam 9. itupun karena suami ngobrak-ngobrak terus. 

dikarenakan aku yang udah kebo ini nggak mau jadi kebo lagi, in the end aku pakai waktuku buat berkarya. kebetulan emang aku punya stock banyak bahan kerajinan. bukannya apa-apa sih...memang hobby aja berkreasi. bagus apa enggak? silahkan nilai sendiri lah ya...hehehehe yang penting mah berkreasi dulu.


Kali ini Kebo hasilin Bross yang kebo namain Bronista Brooch. Karena secara keseluruhan warnanya seperti bronis coklat. hmmm... jadi ngilerrrrr. Dengan pita yang kebo bentuk sedemikian rupa seperti mahkota bunga, Kebo kasih bagian tengahnya dengan bunga udah jadi :D, done! untuk memberikan efek elegannya, Kebo gantungin tuh pernik mutiara. gimana guys? simple banget kan?

FYI nih guys, iseng-iseng aku posting di facebook, instagram, DP BBM, Whatsapp, dengan harga RP 10.000 doang, banyak banget yang pesan. Alhamdulillah ya...rezeki anak sholehah. Aiiisssshhhhh >.<

Nah untuk ceman-ceman yang nak mau pesan juga monggo atuh bisa hubungi Kebo by E-mail atau via whatsapp 0878-5389-0992. atu barangkali mau tutorial lebih detail boleh juga cantumin alamat e-mail di kolom komentar, ntar InshaAllah Kebo kirimin tutorialnya. huwokeh????!!! Semangat Berkarya! \(^0^)/

Monday, June 1, 2015

Jodoh Akan Bertemu


Gue yakin buanget kalau telinga kalian pasti udah nggak asing lagi dengan kata-kata pada judul di atas. Kata-kata yang kadang menjadi penyemangat saat kekasih minta putus tapi endingnya ngeluarin jurus itu buat nutupin kalau sebenernya dia udah punya gandengan lain. Percaya enggak percaya tapi sepertinya kata-kata itu benar adanya, kalau jodoh nggak akan kemana-mana. Kalau sudah jodoh, meskipun dipisahkan oleh samudera, pasti bakal ketemu juga.

Persis banget sama cerita gue sama si doi. Gue suayang buanget sama si Doi, dia udah nemeni hari-hari gue, setia menemani meskipun setiap hari gue bisanya pencet-pencet dan nyetrumin badannya. kadang kalau gue sebel, gue tumpahin kemarahan ke dia. lagi-lagi, dia terlalu baik banget sama gue. gue yang awalnya gak ada temen, dia bantuin gue buat nimbrung sama teman-teman gue. sampai pada akhirnya gue butuh duit. gue bingung harus minta tolong sapa lagi buat dapetin duit. sampai pada akhirnya gue harus ngorbanin si doi. gue jual dia. nyesek sih sebenarnya, tapi gue nggak punya cara lain lagi.

Waktu berselang lama, tenyata hari-hari gue terasa sepi tanpa dia. meskipun udah pada berdatangan penggantinya tetep aja gue masih sering kangen sama dia. tapi penyesalan pasti datangnya belakangan. sampai pada akhirnya hari berganti hari, bulan berganti bulan, gue lupa dengan sendirinya. yes! gue berhasil move on dari dia.

Sampai pada suatu hari suami gue ngajakin ketemuan sama orang penjual HP. biasa...kerjaan sampingan suami memang sebagai reseller HP. wkwkwkwk. dan ternyataaaaaaaa.....kita ketemuan sama si Doi! dag dig dug jantung ini seakan nggak percaya. ah...mungkin hanya mirip! tapi setelah lama gue teliti ciri-cirinya, bagian tubuhnya ada panunya dikit...ada bocel dikiittt tepat seperti dulu, nggak bisa diragukan lagi ternyata 100% itu benar si doi. wahhhhh.....apa ini namanya jatuh cinta ke dua pada makhluk yang sama?? hati gue riang gembira tak terkira. akhirnya.....doi baliklagi ke gue.....



Gue makin bangga sama Allah. FYI aja nih guys... gue waktu itu ngejual dia seharga 3 juta. dan sekarang gue dapetin dia lagi dengan harga 2 juta. betapa besar kuasa Allah. dia bantuin gue buat keluar dari masalah gue engan cara yang waktu itu cukup nyesekkin di hati gue. tapi nyatanya sebenarnya gue cuma dipinjamin aja sama Tuhan dengan cara HP gue sebagai jaminan. aw aw aw....super sekali! lu emang jodoh gue doi.....meskipun lo udah jatuh ke tangan orang lain berkali-kali, tetap aja lo baliknya ke gue. yes!